SORONG.SorongPos.Com,- Direktur Utama PT.Belibis Group Haji Misbahuddin saat ditemui media ini, Rabu(24/6) di Vega Hotel menjelaskan, pihaknya dari Direksi PT Belibis Mandiri mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya (PBD),anggota DPRK Provinsi PBD,Kota dan Kabupaten Raja Ampat yang menghadiri rapat pertemuan penyesuaian tarif kapal tujuan Sorong ke Waisai dan sebaliknya Waisai ke Sorong. Ditegaskannya pula bahwa pertemuan yang dilakukan dalam rangka mencari solusi, agar bagaimana perusahaan dapat beroperasi dan melayani masyarakat dengan jadwal rute seperti semula. ” Kalau jadwal sebelumnya, ada keberangkatan pagi dan pemberangkatan sore,sehingga para wisatawan maupun masyarakat yang punya urusan di Raja Ampat bisa pergi pada pagi hari dan kembali pada sore hari,” ujarnya.
Akan tetapi lanjutnya dengan kondisi saat ini, biaya operasional sangatlah tinggi. Hal ini membuat perusahaan mengajukan penyesuaian tarif. Dikarenakan tarif yang ada saat ini sudah ditetapkan sejak 16 tahun lalu dan belum ada perubahan tarif. Dibeberkannya pula dalam rapat pertemuan yang dilakukan,dimana pada tahun 2018 lalu bukan kenaikan tarif. Akan tetapi penyesuaian tarif,sehubungan dengan adanya kompetitor yang saat itu masuk dan menjatuhkan harga tiket. ” Saat menjatuhkan harga tarif kapal, kompetitor itu pergi dan tidak pernah kembali lagi. Bahkan 4 kali masuk mengacaukan harga, saat pergi dan sampai sekarang tidak bisa kembali lagi,” terangnya.
Lebih lanjut Haji Misbah sapaan akrabnya menjelaskan sampai saat ini PT Belibis Mandiri masih bertahan melayani masyarakat Raja Ampat dan ini merupakan bentuk kecintaan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat Raja Ampat. Disampaikan saat ini pihaknya masih bisa melayani rute Waisai Sorong dan sebaliknya. Hal ini disebabkan adanya subsidi silang. Dimana beberapa rute lain yang menguntungkan biaya operasional, maka dilakukan subsidi ke rute Sorong Waisai. ” Tapi saat ini kita sudah tidak mampu lagi,dengan terpaksa kami melakukan efisiensi dengan pengurangan jadwal kapal. Ini yang terjadi sekarang,” bebernya
Disamping itu kata Haji Misbah, bahwa idealnya dari pihak manajemen perusahaan, mengajukan penyesuain tarif sehingga bisa mengoptimalkan kembali pelayanan jadwal kapal menjadi normal yakni pagi dan sore. Menurutnya jika jadwal kapal kembali normal otomatis biaya operasional menjadi dua kali lipat, sehingga jika ada penyesuaian. Dimana pihaknya dapat menormalkan kembali jadwal rute kapal seperti semula. Ditambahkan pula saat ini dari pihak pemerintah masih melakukan kajian dan ada beberapa opsi yang dibuat sebagai kajian dalam pertemuan berikutnya. Diantaranya lanjut Haji Misbah yakni mendapatkan subsidi dari pemerintah apakah dari Provinsi PBD maupun dari Kabupaten Raja Ampat. Kemudian opsi lainnya,dimana masyarakat yang memiliki KTP Raja Ampat tidak dinaikkan tarif harga tiket kapal. Tetapi diluar dari masyarakat yang diluar Raja Ampat dikenakan kenaikan tarif terutama turis mencanegara. ” Ini masih menjadi opsi yang ditawarkan. Nah semua akan diputuskan dalam pertemuan selanjutnya di Raja Ampat. Itu ada dua opsi yang sudah ditawarkan dalam pertemuan, apakah ada subsisdi dari pemerintah atau subsidi silang dengan harga yang berbeda baik masyarakat ber-KTP Raja Ampat tidak dikenakan kenaikan. Hanya masyarakat diluar Raja Ampat yang dikenakan kenaikan tarif,” tuturnya.
Lebih jauh Haji Misbah menjelaskan jika masyarakat yang datang dari luar dan bukan penduduk di Raja Ampat. Dipastikan tidak akan menjadi masalah jika dikenakan kenaikan tarif penjualaln tiket kapal. Hal ini dikarenakan masyarakat yang datang dari luar Kota, sudah datang jauh-jauh. Misalkan dari Makasar ke Sorong bisa mendapatkan tiket pesawat mencapai Rp 5 Juta pulang dan pergi. Sementara pihaknya mengajukan kenaikan tarif sebesar Rp 50.000. Menurutnya masyarakat dari luar Kota,dengan kondisi sekarang justru terbantukan dan tidak lagi menambah biaya perjalanan. Dicontohkannya pula,jika dari Raja Ampat dengan hanya keberangkatan siang dan tiba di Sorong sore hari.Dimana akan mengeluarkan biaya lagi untuk penginapan atau hotel. ” Nah hotel semalam bisa mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 1 Juta. Dengan dikenakan kenaikan harga penjualan tiket Rp 50 ribu, saya kira secara ekonomi tidak merugikan. Malah untung karena begitu tiba di Sorong jam 11 siang, mereka bisa berangkat dari Sorong baik ke Manado,Makkasar dan Jakarta. Saya kira itu pandangan dari manajemen kami,” tegasnya.(boy)

