Polda PBD Gelar Silahturahmi Perkuat Kemitraan Polri dan Insan Pers

Polda PBD Gelar Silahturahmi Perkuat Kemitraan Polri dan Insan Pers

SORONG.SorongPos. Com,- Bertempat di Hotel Luxio Km 12, Sabtu(13/6) Humas Polda PBD gelar silahturahmi perkuat kemitraan Polri dan Media dalam mendukung Harkamtibmas serta pelayanan publik. Pertemuan tersebut dipimpin langsung Plt Kabid Humas Polda PBD Kompol Jenny S.A Hengkelare dan didampingi Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda PBD Kombes Pol Angling Guntoro S.I.K. Dalam pertemuan tersebut Dirintelkam menjelaskan, mengenai situasi dan kondisi masih kondusif. Diakuinya tahun 2026 diawali dengan kejadian yang bersifat konvensional atau umum seperti curarmor, begal, asusila dan sebagainya. Kemudian konflik sosial yang terjadi berupa saling serang antara kompleks, sedangkan yang terakhir adalah masalah ideologi Papua Merdeka. ” Kejadian di Maybrat dan Tambrauw. Tahun sebelumnya tidak ada, tapi tahun 2026 sampai jatuhnya korban jiwa. Situasi di Papua Barat Daya, masih baik. Walau dinamika banyak hal yang lain seperti vitalnya nonton bareng,” akunya.

Lebih lanjut Angling mengatakan, saat ini juga memasuki penyelenggaraan piala dunia. Dimana euforia ditengah- tengah masyarakat yang mendukung fansnya masing-masing. Menurutnya sesuai dengan instruksi dari Mabes Polri, dimana pihaknya akan membuat nonton bareng piala dunia bersama dan beberapa titik di wilayah Polda Papua Barat Daya. Tentunya juga bisa bekerjasama dengan insan pers dan masyarakat. ” Salah satu program kami untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat termasuk berbagai elemen bahkan media sekalipun. Nah nonton bareng tidak bisa dilakukan jika pertandingan jelang pagi hari, tapi kalau pertandingan siang atau sore. Bisa dilakukan,” akunya.

Lebih jauh Angling mengatakan saat ini yang menjadi perhatian nasional adalah kasus Badan Gizi Nasional. Yang kini telah terjadi aksi demo mahasiswa di Jakarta dari berbagai macam kampus menyuarakan agar pemerintah menghentikan program MBG. Kemudian juga minta harga BBM tidak naik. ” Diwilayah Papua Barat Daya belum ada. Tapi kalau ada, berjalan harus dengan baik dalam menyampaikan aspirasi, disini juga tidak lepas dari peran rekan-rekan insan pers,” urainya.

Selain itu kata Angling pada era digital butuh peran serta insan pers. Karena jaman digital semua orang bisa menjadi wartawan, dengan memasang postingan melalui facebook, instagram, tiktok yang memberitakan apapun kejadian atau bagi mereka dianggap memberikan informasi. Tetapi beda dengan rekan-rekan jurnalis dan benar-benar menjalankan profesi wartawan, karena sebelum merilis berita paling tidak sudah melakukan konfirmasi. ” Tapi masyarakat tidak, apa yang dia lihat dan dia tahu langsung saja posting. Kami butuh bantuan dari insan pers, kalau itu berita sifatnya hoax. Bisa di counter dengan menjelaskan bahwa berita hoax, sehingga tidak diikuti masyarakat. Contoh beberapa waktu lalu, muncul di medsos bahwa korban di begal di pagi hari. Tapi setelah di cek, ternyata laka lantas karena dugaan pengaruh miras, jatuh sendiri. Peran pers meluruskan, sehingga tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *