Polda Papua Barat Daya Gelar Operasi Patuh Selama 14 Hari Kedepan

Polda Papua Barat Daya Gelar Operasi Patuh Selama 14 Hari Kedepan

SORONG.SorongPos.Com,- Direktur Lalu Lintas(Dirlantas) Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Dax Emmanuelle S Manuputty S.I.K saat ditemui media ini Jumat(5/6) menjelaskan, bahwa pada hari Senin (8/5) pihaknya akan melakukan operasi patuh dofior tahun 2026 yang pelaksanaannya selama 14 hari yakni tanggal 8 sampai dengan 21 Juni mendatang. Ditegaskannya juga tujuan daripada operasi ini adalah meningkatkan kepatuhan masyarakat yang ada di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya, terhadap kepatuhan tertib berlalu lintas, untuk menciptakan keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan berlalu lintas bagi pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat. ” Yang pasti semua kendaraan jadi sasaran kita bukan hanya pada kendaraannya saja. Tetapi juga bagi pengendara kendaraan,” akunya

Selain itu juga kata Dax pelanggaran juga menjadi atensinya seperti penggunaan helm, bonceng tiga, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara di jalan raya termasuk tidak menggunakan safety belt. Disamping itu surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK. ” Tapi itu opsi kedua, yang jelas kita fokus pelanggaran yang kasat mata, tidak menggunakan spion, tidak menggunakan TNKB. Itu jadi sasaran kita,” urainya.

Ditambahkanya pula saat operasi akan diambil tindakan penindakan terhadap pelanggaran dengan komposisi melakukan tilang dan memberikan teguran tertulis akana diberikan kepada masyarakat. Soal titik operasi patuh lanjutnya, akan dilakukan dibeberapa lokasi. ” Yang jelas pasti dilakukan disetiap wilayah hukum Polres yang ada. Termasuk kita di Polda Papua Barat Daya bakal memback up Polres Aimas dan Polresta Sorong, ” imbuhnya

Menurutnya operasi patuh bukan hanya dilakukan di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya. Tetapi di setiap Polda di seluruh Indonesia secara serentak. Kata Dax diharapkan kepada masyarakat bukan hanya saat dilakukan operasi patuh. Tetapi masyarakat harus sadar bahwa keselamatan itu merupakan suatu kebutuhan, dikarenakan keselamatan berlalu lintas sangat penting dalam melakukan aktivitas di jalan raya. ” Saat ini 100 persen masyarakat menggunakan sarana transportasi. Bahaya dalam menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Kalau kita tidak tertib, akan mengalami kecekaan lalu lintas. Apakah kecelakaan ringan atau berat sampai menyebabkan kehilangan nyawa,” terangnya.

Lebih jauh menegaskan Dax, operasi ini dilakukan agar masyarakat taat dan tertib termasuk kelengkapan kendaraannya. Soal jika ditemukan pengguna lalu lintas dalam keadaan dipengaruhi minuman keras.Kata Dax sudah pasti dilakukan penindakan hukum termasuk penilangan. ” Ini kan kondisi pengendara yang kurang baik yaitu mabuk dapat membahayakan dirinya maupun orang lain,” tutupnya.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *