Penutupan Pelatihan Design Grafis Bagi OAP Disporaparekraf PBD Harap, Ilmu Yang Diperoleh Dapat Dipraktekkan

Penutupan Pelatihan Design Grafis Bagi OAP Disporaparekraf PBD Harap, Ilmu Yang Diperoleh Dapat Dipraktekkan

SORONG.SorongPos.Com,- Setelah menggelar kegiatan pembinaan masyarakat untuk pengembangan pariwisata dalam kewirausahaan pemuda melalui pelatihan design grafis bagi orang asli Papua (OAP) yang dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya. Seperti diketahui kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 3 hari, bertempat di Gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas(BPVP) Sorong yang diikuti 30 peserta seminar Provinsi Papua Barat Daya. Dimana setiap kabupaten dan kota mengirim perwakilan masing-masing 5 orang peserta, akhirnya ditutup oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo pada Kamis(27/11) malam.

Dalam sambutannya mengharapkan pembekalan yang diberikan selama 2 hari dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta dalam rangka mengembangkan usahanya masing-masing. Dikatakannya juga pihaknya sangat yakin dari informasi yang sudah diberikan pelatih. Dimana para peserta sudah dapat menarik kesimpulan.

” Kita melihat berbagai usaha UMKM, ada juga di bidang kuliner,travel dan ada juga yang menjadi guide, usaha menengah, home stay dan masih banyak lagi. Saya harap dengan pelatihan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi adik-adik semua,” terangnya.

Diakuinya ditengah-tengah efisiensi anggaran,sehingga pelatihan tidak berlangsung berlama-lama. Akan tetapi bukan berarti dengan pelatihan selama 3 hari peserta sudah langsung siap. Oleh karena itu pihaknya juga mengatakan ilmu dan pelatihan yang diperoleh dapat dikembangkan dengan belajar secara terus menerus dan mengembangkan ilmu dan pelatihan yang diperoleh.

” Pelatihan ini baru permulaan, disini adik-adik baru memperoleh pemahaman dasar tentang apa yang diperlukan. Sama seperti orang yang sekolah, tidak hanya lulus SD lalu berhenti belajar. Tapi kemampuannya harus terus di asah,” akunya.

Oleh karena itu lanjut Yusdi, jangan merasa sudah selesai karena lulus ujian. Tetapi ujian sebenarnya adalah bagaimana adik-adik mempraktikkan ilmu yang diperoleh,sehingga kedepan dapat bermanfaat dan berhasil. ” Tapi kalau diam saja, mungkin Minggu pertama masih ingat, minggu kedua sudah lupa,minggu ketiga sudah hilang dan minggu keempat kosong sama sekali,” tuturnya.

Lebih jauh Yusdi mengatakan minimal ilmu yang diperoleh sekarang harus bisa dipakai untuk mengambil keputusan dalam usaha masing-masing. Contohnya membuat design tidak perlu dibayar orang lain. Selain itu juga dalam kegiatan penutupan pelatihan design grafis, Yusdi Lamatenggo selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga,Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya memberikan Hadian kepada dua peserta terbaik yakni smartphone dan disamping itu juga setiap peserta diberikan mendapat sertifikat sebagai ilmu dari hasil pembelajarannya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *