KOTA SORONG, SORONGPOS.COM — Kebutuhan darah di Kota dan Kabupaten Sorong masih belum terpenuhi sepenuhnya, sementara permintaan terus meningkat setiap bulan. Kondisi itu disampaikan Unit Donor Darah (UDD) PMI saat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sorong menggelar kegiatan donor darah bertema “Perempuan Berdonor” dengan target 150 peserta, yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Selasa (18/11/2025).

Kepala UDD PMI Kabupaten Sorong, dr. Agustinus LutherKepala UDD PMI Kabupaten Sorong, dr. Agustinus Luther, mengatakan PMI rata-rata mengeluarkan 400 hingga 600 kantong darah per bulan, namun ketersediaan baru mencapai sekitar 80 persen. Kebutuhan paling tinggi menurutnya berasal dari pasien ibu bersalin, sementara golongan darah O termasuk yang paling cepat habis setiap bulan. Permintaan darah tidak hanya datang dari Kota dan Kabupaten Sorong, tetapi juga dari Sorong Selatan.

Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan lembaga karena darah tidak dapat digantikan bahan buatan. PMI juga menjelaskan ketentuan donor bagi perempuan, termasuk larangan mendonorkan darah dalam rentang H-7 hingga H+7 masa menstruasi demi menjaga keselamatan pendonor. Dalam proses donor, PMI menerapkan empat tahap pemeriksaan sebelum pengambilan darah. Pendonor juga memperoleh kartu donor sebagai akses layanan darah gratis sesuai riwayat donor.

Ketua panitia, Dian Suparto Iribaram, menyebut kegiatan donor darah ini merupakan program kerja DWP Kota Sorong dan didanai dari kas organisasi, panitia, serta kontribusi DWP unsur pelaksana. Program tersebut digelar untuk mendukung pemenuhan stok darah bagi layanan kesehatan di wilayah Sorong.

Mewakili Wali Kota Sorong, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Abdul Rahim Oeli, menyampaikan bahwa aksi donor darah merupakan kontribusi langsung DWP kepada masyarakat. Darah yang terkumpul, katanya, sangat dibutuhkan pasien anemia, ibu melahirkan, hingga korban kecelakaan yang memerlukan transfusi. Ia berharap kegiatan donor darah dapat dibudayakan oleh ASN maupun masyarakat mengingat kebutuhan darah di Sorong terus meningkat.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menekankan kesehatan dan kesejahteraan warga. Momentum HUT ke-26 DWP juga diharapkan semakin memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial. (brm)

