Pj Gubernur PBD Meresmikan Kegiatan Fisik dan Non Fisik Tahun Anggaran 2023 dan 2024

Pj Gubernur PBD Meresmikan Kegiatan Fisik dan Non Fisik Tahun Anggaran 2023 dan 2024

SORONG.SorongPos.Com,- Bertempat di Gedung Terminal Type B Pemprov Papua Barat Daya, Senin (17/2) tepatnya berlokasi di belakang Kantor Distrik Sorong Timur Kota Sorong. Pj Gubernur Provinsi Papua Barat Daya DR.Drs. Muhammad Musa’ad M.Si meresmikan sejumlah kegiatan fisik dan non fisik dilingkungan pemerintahan Provinsi Papua Barat Daya tahun anggaran 2023 dan 2024. Peresmian sekaligus menandatangi prasasti kegiatan- kegiatan yang telah dilakukan.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh PJ Gubernur PBD bersama dengan Forkopimda PBD disaksikan pimpinan OPD. Sementara itu Ketua Baperinda Pemprov PBD Rahman S.STP,M.Si dalam sambutannya, membacakan laporan pelaksanaan kegiatan fisik maupun non fisik dilingkup Pemprov PBD Tahun Anggaran 2023 dan 2024. Menurutnya dasar pelaksanaan adalah Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2022 tentang rencana kerja daerah provinsi PBD tahun 2023.

Kemudian peraturan Gubernur Nomor 14 Tahun 2023 tentang rencana kegiatan kerja provinsi PBD tahun 2024. Selain itu pula peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2023 tentang APBD PBD Tahun 2023 dan peraturan Gubernur Nomor 39 Tahun 2023 tentang APBD PBD Tahun 2024.

Dibeberkannya juga ringkasan belanja pembangunan tahun 2023 yang akan diresmikan oleh Pj Gubernur PBD terdiri dari belanja barang dan jasa, belanja hibah, belanja bansos,belanja alat dan mesin, belanja modal gedung dan bangunan serta belanja pembangunan jalan, jaringan dan irigasi dengan total belanja Rp 1.895.463.364. 693.

” Yang mana total belanja pembangunan diluar belanja pegawai dan belanja modal tanah. Yang sudah terealisasi dan juga belanja transfer ke kabupaten dan kota,” urainya. Lebih lanjut Rahman mengatakan untuk tahun 2024 dengan belanja yang sama. Dimana totalnya sebesar Rp 1.963.494.247.390. Dimana ini cukup besar, dikarenakan ditambah dengan tahun anggaran sebelumnya,sehingga pada tahun 2024 ada mengalami peningkatan pelaksana program di provinsi PBD.

Kata Rahman juga adapun kegiatan provinsi yang tertuang dalam DIPA OPD. Dimana semua mengalami pemerataan di setiap kabupaten dan kota di provinsi PBD baik yang dilaksanakan Dinas PUPR maupun Dinas Perhubungan,Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,Disnakertans, P2KP, Perindakop UKM dan,Kesehatan,Baperinda,Sosial,BPH, BKPSDM dan Kominfo.

” Dikabupaten Sorong juga ada beberapa kegiatan yang dilakukan dinas terkait. Ada juga di Tambrauw, Sorsel dan Raja Ampat,” bebernya.

Disamping itu juga Rahman mengatakan diawal kegiatan ini sudah disuguhkan kegiatan unggulan provinsi PBD yang tertuang dalam Pergub Nomor 18 Tahun 2023 mulai dari program pendidikan dokter dan melakukan kerjasama dengan Uncen terhadap keberadaan Fakultas Kedokteran yang berada di kabupaten Sorong.

Tentunya bertujuan untuk menambah tenaga kesehatan di kabupaten dan kota. Selain itu juga program beasiswa generasi emas. Dimana anak-anak asli Papua dapat berkuliah di Australia,Swiss,Amerika dan China. Disamping itu pula ada program hari tua, yang mana para orang tua lansia mendapat bantuan dari pemerintah. Walaupun nilainya kecil, tetapi langsung masuk ke rekening para orang tua tersebut.

” Ini merupakan program strategis bersama. Yang satu-ada satunya yang tertuang dalam PUMK Nomor 33 yang berlaku pada daerah otonomi khusus di Indonesia. Hanya provinsi PBD yang melaksanakan kegiatan PPSP di seluruh Indonesia dan ini merupakan prestasi dari pak Pj Gubernur PBD,” terangnya.

Bahkan Rahman menambahkan ada juga program 1000 hari kehidupan, untuk mengantisipasi masalah stunting, gizi buruk dan juga kemiskinan ekstrim termasuk didalamnya inflasi.

Lanjut Rahman menguraikan program Jaga, melalui program ini Pj Gubernur PBD mendapatkan penghargaan dan award dari Presiden RI. Karena telah membantu kurang lebih 75 ribu tenaga kerja informal yang jaminan kesehatannya ditanggung BPJS ketenagakerjaan dan preminya dibayar oleh Pemprov PBD.

” Ada juga kegiatan di kota. Yang hari ini dilakukan peresmian yakni pembangunan gedung terminal type B. Awalnya dilaksanakan oleh Papua Barat, karena Papua Barat Daya belum ada. Tetapi belum selesai, provinsi PBD sudah terbentuk , ini merupakan salah satu program yang dilimpahkan dari Papua Barat ke Papua Barat Daya dan sudah dilaksanakan Dishub PBD. Nah hari ini jadi lokasi atau pusat peresmian seluruh kegiatan,” bebernya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *