Pemkab Bintuni Rayakan Ultah Ke-19 Dengan Motto Tingkatkan Kebersamaan dan Etos Kerja

Pemkab Bintuni Rayakan Ultah Ke-19 Dengan Motto Tingkatkan Kebersamaan dan Etos Kerja

BINTUNI.SorongPos.Com, – Hari ini Kamis (09/06/2022) Pemerintah Daerah Kabupaten Bintuni merayakan peringatan upacara hari ulang tahunnya yang ke-19. Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir.Petrus Kasihiuw, ST.MT.Dalam sambutannya Bupati seiring dengan berjalan waktu, kini kabupaten Teluk Bintuni semakin dewasa dan negeri yang biasanya disebutkan orang tanah sisar matiti.

 

Bahkan kata Piet sapaan akrabnya, peringatan hari ulang tahun ini menjadi bukti perjalanan sejarah kabupaten yang telah mencapai usia 19 tahun. Oleh karena itu hari ulang tahun yang diperingati dan dimaknai, kiranya untuk membawa kita semua untuk mengenang dan melihat wajah kabupaten Teluk Bintuni dimasa lalu, kini dan memproyeksikan ke masa depan, agar tidak keliru dalam menentukan haluan dan tujuan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

” Sekarang ini kita masih dihantui dengan isu global yakni pandemi covid-19. Walau sudah makin melemah. Namun hingga kini kita masih merasakan dampaknya, ” akunya.

Dikatakan Piet pula perayaan ultah ini tentunya dengan mengambil thema sentral ” Tingkatkan Kebersamaan dan Etos Kerja Pulihkan Ekonomi ” Bahkan thema ini pun seiring dengan sejalan Indonesia sebagai Ketua Presidensi G20 yaitu mengupayakan strategi pemulihan ekonomi jangka panjang. Dimana sangat penting bagi kabupaten Teluk Bintuni juga mendukung KTT G 20.

Oleh karena itu hari ulang tahun yang ke-19 berjalan selaras dengan visi misi Teluk Bintuni 2021-2024 yaitu mewujudkan masyarakat Teluk Bintuni yang damai, maju, produktif dan berdaya saing. ” Kabupaten ini merupakan daerah potensial dan telah mendorong keberhasilan pembangunan nasional terutama melalui sektor Migas. Kini upaya pembangunan secara konkrit telah dimulai dengan mengerjakan isu-isu strategis mengenai program percepatan pembangunan di Bintuni antara lain bidang transparansi dan akutabilitas keuangan. Dimana kabupaten Bintuni meraih 9 kali opini wajar tanpa pengecualian dari BPK RI. Untuk kesehatan kita terus konsisten terus menyediakan pelayanan kesehatan gratis dengan rumah sakit rujukan pada RS Universitas Hasanuddin Makasar dan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Selanjutnya rumah sakit Bintuni sendiri diberikan penghargaan akreditasi paripurna atau rumah sakit bintang lima, ” bebernya.

Ditambahkan Bupati juga direncanakan dalam waktu dekat, akan dibangun rumah sakit Pratama di Distrik Babo yang memiliki fasilitas puskesmas bertaraf nasional antara lain puskesmas dengan adanya 3 dokter spesialis absen dan ginekologi. 2 orang dokter spesialis anak, 2 orang dokter spesialis bedah, 2 orang dokter spesialis penyakit dalam.

Selain itu masing- masing 1 dokter spesialis   mulai dari jantung, anastesi, patologi klinik radiologi, paru anastesi, radiologi dan paru. ” Sedangkan 5 orang dokter yang dikirim oleh Pemkab Bintuni untuk menempuh pendidikan spesialis masing- masing 1 orang spesialis jantung,  1 orang speasialis bedah, 1 orang speasialis telinga, hidung dan tenggorakan dan 1 orang masih dalam bidang pendidikan terutama vokasi, ” tegasnya.

Menurut Bupati sebagai daerah penghasil migas, pemda juga mendorong pemuda terutama anak asli 7 suku untuk menempuh pendidikan kejuruan teknis industri dan migas di Ciloto serta terus mengembangkan pusat pelatihan teknik industri Teluk Bintuni(P2TIM-TB). Dimana sudah saat ini mencapai alumni sebanyak 9 angkatan yang bekerja di proyek- proyek migas maupun non migas di Halmahera, Jakarta, Batam, Brunei Darussalam, Qatar.

Disamping itu lanjut Bupati untuk menjawab hak adat masyarakat Teluk Bintuni beberapa waktu lalu, telah menyerahkan dana kompensasi sumur tahap pertama bagi masyarakat suku Sebyar sebesar Rp 16,2 Miliar dan saat ini sedang menantikan penyerahan dana kompensasi tahap kedua.

” Untuk pemberdayaan dalam menguatkan ekonomi masyarakat. Dimana ada beberapa bantuan dana yang disalurkan kepada masyarakat antara lain, pemberian bantuan pemberdayaan masyarakat dan UKM yang pada tahun ini meningkat dari Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta. Selain itu pemberdayaan masyarakat distrik dari Rp 1 Miliar menjadi Rp 2 Miliar per tahun. Dengan pencapaian ini hingga saat ini, pasti masih ada kekurangan dan wajib kita benahi secara bersama kedepan,” uraianya. (Ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *