SORONG.SorongPos.Com,- Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, melakukan evaluasi prosedur dan pengawasan. Hal ini terjadi setelah, adanya insiden seorang penumpang tertinggal pesawat yang videonya viral di media sosial.
Kepala Bandara DEO Sorong Asep Soekarjo saat ditemui media,Kamis (8/10) menegaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan koordinasi dan pengawasan terhadap penumpang berjalan lebih baik sehingga kejadian serupa tidak terulang.
“Yang kami sayangkan adalah tidak ada komunikasinya dari orang yang di boarding gate dengan yang di depan pesawat, untuk mem-boarding atau menutup pintu,” katanya.
Ia menjelaskan, penanganan penumpang di bandara pada dasarnya melibatkan sejumlah pihak, termasuk operator penerbangan dan petugas keamanan penerbangan.
Menurut dia, pihak bandara bertugas melakukan pemeriksaan keamanan terhadap penumpang, termasuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa sebelum penumpang memasuki area keberangkatan.
Setelah melakukan check-in dan memperoleh boarding pass, penumpang selanjutnya menuju ruang tunggu, untuk menjalani pemeriksaan keamanan melalui X-ray.
Lanjut Asep kewenangan untuk memasukkan penumpang ke pesawat, setelah proses boarding berada pada pihak operator penerbangan atau maskapai.
“Kalau kami berprinsip bahwa penumpang itu sudah memegang boarding pass, dia sudah merupakan calon penumpang dan sudah punya hak untuk naik pesawat. Tetapi yang mengizinkan dia untuk naik pesawat atau tidak adalah operator penerbangan,” ujarnya.
Terkait insiden tersebut, Asep mengatakan pihaknya menyayangkan lemahnya komunikasi antara petugas di boarding gate dengan petugas yang berada di sekitar pesawat.
Ia juga menjelaskan bahwa petugas yang berada di boarding gate bukan merupakan pegawai bandara, melainkan bagian dari operator penerbangan atau ground handling yang ditunjuk oleh maskapai.
Untuk mencegah kejadian serupa, pihak Bandara DEO Sorong akan memperketat pengawasan akses setelah proses boarding dinyatakan selesai.
“Saya akan perintahkan bahwa begitu selesai boarding, pintu boarding saya suruh tutup. Kemudian pintu di garbarata juga saya suruh tutup,” katanya.
Selain itu, pihak bandara akan meminta keterangan dari operator penerbangan dan ground handling terkait kronologi kejadian tersebut.
Asep mengatakan apabila hasil evaluasi menemukan adanya kelalaian petugas yang bertanggung jawab dalam pemeriksaan tiket atau proses boarding, pihaknya akan meminta agar petugas tersebut tidak lagi ditempatkan pada posisi tersebut.
“Kalau memang kelalaian dari petugas yang pemeriksaan tiket itu, saya minta jangan di situ lagi. Bila perlu, pas bandara yang bersangkutan saya minta dicabut,” ujarnya.
Selain itu kata Asep, soal kejadian tersebut sudah diserahkan pihak bandara ke Polsek KP3 Udara. Akan tetapi sesuai dengan keterangan dari Kapolsek KP3 Udara, bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan baik korban maupun pelaku.(boy)

