Kabut Asap Kelilingi Kota Sorong, Penyakit Ispa Meningkat Drastis

Kabut Asap Kelilingi Kota Sorong, Penyakit Ispa Meningkat Drastis

SORONG.SorongPos.Com,- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat, SKM.,M.A.P dalam keterangan kepada pers, Selasa (6/10) di kantor Dinkes Kota Sorong menjelaskan, guna menindaklanjuti situasi dan kondisi kabut asap mengelilingi Kota Sorong. Akibat dari pengaruh Elnino dan musim kemarau berkepanjangan, sehingga terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan kabut asap beberapa hari belakangan ini, untuk kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya masuk dalam kategori sedang sampai membuat orang menjadi tidak sehat. Ditegaskannya juga Dinkes Kota Sorong, menyikapi melonjaknya masalah kesehatan karena situasi kondisi saat ini. Dimana pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sorong, supaya mencegah terjadi masalah kesehatan, akibat dari kabur asap atau pencemaran.

” Kami himbau masyarakat agar mengkonsumsi air putih yang banyak minimal 8 gelas perhari, makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, keluar rumah harus memakai masker dan kalau tidak ada hal yang penting tidak usah keluar terutama kelompok rentan, seperti bayi, balita dan lansia. Kemudian secara khusus masyarakat yang sudah memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan akut(ispa),” akunya.

Selain itu juga masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru-paru atau asma agar mewaspadai kabut asap yang belakangan menjadi tidak sehat. Disamping masyarakat yang mengalami batuk disertai sesak napas, harus memakai masker dan sesegera mungkin melakukan pengobatan, dengan melalui pemeriksaan dan konsultasi fasilitas kesehatan terdekat yakni puskesmas maupun rumah sakit.

” Kami himbau juga masyarakat didepan rumah atau gang jalan harus menyiram tempat tersebut dengan air,sehingga tidak menyebabkan debu beterbangan, masyarakat juga jangan juga membakar hutan dan lahan dapat mengakibatkan karhutla. Kita tahu asap tebal mengelilingi kota Sorong, dapat mempegaruhi kesehatan,” terangnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong Jenny Isir menguraikan, berdasarkan data 10 besar penyakit yang telah di rekap dari setiap puskesmas maupun rumah sakit di Kota Sorong. Dimana hampir setiap tahun, penyakit ispa menempati kasus urutan pertama dan melihat data dari tahun 2025 dibandingkan dengan data tahun 2026 agak sedikit meningkat masyakarat yang terkena ispa. Menurutnya sesuai data pada bulan Agustus sampai dengan September tahun 2026 bila dibandingkan dengan data dari bulan Januari sampai bulan Juli 2026. Dimana rata-rata per bulan sekitar 2000 kasus, sedangkan bulan Agustus meningkat 3297 kasus, untuk bulan September 3330.

” Total kasus ispa di kota Sorong dan bulan Januari sampai September 2026 mencapai 23.482 kasus. Trend kasus ini, dampak dari Elnino kemarau panjang, akibatnya terjadi karhutla menyebabkan kabut asap atau pencemaran udara. Nah ispa juga salah satu penyebabnya adalah lingkungan, jadi bulan Agustus dan September agak meningkat,himbau dinkes agar menjadi perhatian masyarakat kota Sorong, untuk tetap jaga kesehatan dan tetap sehat,” ujarnya.

Disamping itu selain penyakit ispa, ada juga gelaja penyakit pneumonia, menyerang juga di saluran pernapasan Tetapi kalau dilihat sesuai angka kasus tahun 2025 dengan tahun 2026 angkanya tidak terlalu jauh. Namun yang paling tinggi sekali adalah ispa.

” Kunjungan pasien ke puskesmas maupun rumah sakit meningkat. Data kami peroleh berdasarkan kunjungan dan laporan dari setiap puskesmas maupun rumah sakit di kota Sorong,” bebernya.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *