SORONG.SorongPos.Com,- Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Papua Barat Daya (Karo SDM Polda PBD) Kombes Pol I Dewa Gde Juliana,S.H,.S.I.K,.M.H menjelaskan, terkait sekolah kemala bhayangkara dalam rangka menindaklanjuti program Presiden Republik Indonesia, mewujudkan generasi Indonesia emas tahun 2045 mendatang. Oleh karena itu harus mengambil moment tersebut. Dimana sektor pendidikan menjadi hal yang utama, dengan demikian Polri telah merancang untuk membuka jalur sekolah unggulan dan saat ini tahun 2026 adalah penerimaan angkatan ketiga, sebelumnya sudah ada dua angkatan sebelumnya.
” Sekolah sudah berdiri megah di Gunung Sindur Bogor. Ini sudah angkatan ketiga, sedangkan angkatan pertama diterima 120 siswa, angkatan kedua 180 siswa, sedangkan angkatan ketiga kemarin sudah di lainching oleh bapak Wakapolri kemarin selaku ketua eksekutif lembaga pendidikan taruna kemala bhayangkara,” ujarnya.
Lebih lanjut Karo SDM kurikulum yang dipakai sekolah kemala bhayangkara adalah kurikulum internasional. Bahkan di Indonesia baru beberapa sekolah yang menggunakan kurikulum internasional. Adapun output atau setelah lulus tidak serta merta diterima menjadi taruna Akpol, dari Akabri baik laut, darat maupun udara.
” Setelah lulus mereka bisa disalurkan ke beberapa Universitas ternama di luar negeri, kemudian juga ada beberapa universitas unggulan rangking nasional. Jadi tetap mereka akan test seperti biasa,” imbuhnya.
Lebih jauh Karo SDM menguraikan bahwa pola sekolah bersifat asrama. Bahkan program sekolah tersebut, menggunakan bahasa Inggris termasuk saat mengikuti test seleksi masuk. Dimana mata pelajaran IPA, Matematika pengerjaan soal menggunakan bahasa Inggris dan jawabannya juga dengan bahasa Inggris. Tahun 2025 lalu ada beberapa peminat yang mengikuti seleksi di wilayah Polda Papua Barat Daya Kemudian test seleksi sebanyak 3 tahap yakni tahap pertama test menggunakan sistim CAT dari rumah masing-masing
dengan menggunakan kamera sehingga tidak memungkinkan untuk peserta mencontek dan sebagainya. Selain itu juga tahap kedua, akan difasilitasi pihaknya apakah dari Polsek,Polres maupun Polda terdekat.
“Kalau tahun lalu, kebetulan di Papua Barat Daya yang lolos seleksi tahap dua sekitar 5 orang.Kita kumpulkan anak-anak tersebut di Poltekes dekat Batalyon. Kita siapkan CAT dari 5 anak tersebut gugur dalam seleksi dan belum rejeki. Karena menganut sistim nasional itu. Dari selesai dua angkatan sebelumnya anak-anak dari wilayah Polda PBD belum ada yang diterima,” bebernya.
Disamping itu saat menempuh pendidikan tidak seperti semi militer, hanya ada materi pendidikan kebhayangkaraan mulai disiplin dan kemandirian termasuk fisik,kesehatan, sampai intelektual terjaga sebagainya. Kemudian setelah lulus dari sekolah tersebut, dipastikan dapat mampu bersaing dan diproyeksikan ke universitas ternama baik dalam maupun luar negeri. Kemudian anak-anak tersebut berminat ke sekolah kedinasan atau Akpol,Akabri, STPDN diyakini mampu bersaing.
” Karena dari masa pendidikan sudah dipersiapkan. Karena secara pengetahuan sudah dibekali kurikulum internasional,” imbuhnya.
Ketika disinggung di wilayah Papua Barat Daya sekolah apa saja yang akan disosialisasikan oleh pihak SDM Polda PBD Kata Karo, nanti pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait termasuk kementrian pendidikan dasar dan menengah, untuk sekolah mana saja dilakukan sosialisasi. Karena situs kemedikjasmen, terdapat sekolah- sekolah unggulan.
” Kita akan sasar sekolah tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan kita tidak membatasi dari sekolah manapun. Walaupun bukan dari sekolah unggulan, tetapi anak sekolah tersebut punya kemampuan,” urainya.
Selain itu minimal untuk masuk tahap satu, nilai rapor semester satu sampai empat mulai dari mata pelajaran Matematika, IPA dan Bahasa Inggris minimal 80 jika menggunakan nilai standar 100 atau 8 kalau menggunakan standar nilai 10 dan tidak boleh dibawa nilai tersebut.
“Karena nantinya tidak bisa mendaftar secara online yang sudah dibuka dari tanggal 28 September sampai 28 Oktober mendatang dan daftar melalui website yang sudah disediakan,” pungkasnya.(boy)

