Imigrasi Sorong Akui Perbuatan WNA Melanggar UU Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

Imigrasi Sorong Akui Perbuatan WNA Melanggar UU Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

SORONG.SorongPos.Com,-Warga Negara China (WNA) China Wilson Shang atau Wey Shang oleh pihak Imigrasi Makassar saat hendak bertolak dari Makkasar ke Kuala Lumpur Malayasia dan dibawa kembali ke Sorong. Saat ini terduga pelaku sedang berada di Imigrasi Sorong. Akibat aksinya yang viral memburu dan membunuh satwa dilindungi yakni penyu sisik.

Sementara itu Kepala Sub Seksi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Sorong Galih Dwi Pradipta dakama keterangan pers kepada sejumlah media, Rabu(16/9) di kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong menguraikan, dalam rangka menanggapi berita yang viral belakangan ini, berinisial WS sudah diserahterimakan dari pihak kantor Imigrasi Makkasar ke Imigrasi Sorong. ” Tadi pagi sudah diserahkan ke kita.Tahapan selanjutnya pemeriksaan dokumen keimigrasian yang bersangkutan,” ujarnya.

Ditambahkan Galih untuk menghormati hak-hak dari WNA tersebut sebagai terperiksa. Dimana pihaknya masih menunggu kuasa hukum dan translater. Soal apakah WNA tersebut akan diserahkan ke kepolisian setelah pemeriksaan dari Imigrasi. Kata Galih saat ini pihaknya menggali keterangan dari yang bersangkutan, jika ditemukan adanya unsur-unsur pelanggaran UU Keimigrasian, maka pihaknya akan melakukan. koordinasi dengan Polda Papua Barat Daya. Diakuinya soal kejadian di tempat wisata Raja Ampat, dimana pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PSDKP dan Ditkrimsus Polda yang melakukan penyelidikan kasus memburu dan membunuh satwa dilindungi. ” Tapi saat ini kita coba periksa dari sisi keimigrasian WNA tersebut,” akunya.

Lebihi lanjut Galih mengatakan kalau dari sistim keimigrasian, WNA tersebut tujuan awalnya dari Sorong, Makkassar, Bali dan Australia. Hanya saja saat berada di Sorong kemarin tanggal (15/9) WNA menyadari bahwa aksinya sudah viral. Dengan demikian tujuan rute perjalanan yakni dari Makkasar ke Kualalumpur. ” Dari situ kita melakukan subyek of interest yakni penundaan keberangkatan dan koordinasi dengan Imigrasi pMakkasar, sehingga yang bersangkutan diamankan disana,” urainya.

Diakuinya Galih bahwa perbuatan WNA tersebut, sudah jelas melanggar UU Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistimnya. Menurutnya secara UU pelanggarannya bukan pada Keimigrasian. ” Cuma hasil pemeriksaan imigrasi belum tahu. Jadi kalau ada potensi di Imigrasi akan ditindaklanjuti,”‘ akunya.

Selain itu Galih menegaskan bahwa WNA tersebut,telah datang ke Raja Ampat sebanyak 2 kali. Bahkan menurutnya sesuai surat dari pejabat dari kabupaten Raja Ampat tertanggal (14/9). Dimana dalam surat tersebut, adanya masyarakat dari Meosmansar yang melaporkan bahwa, diduga adanya orang asing yang melakukan pelanggaran pada daerah konservasi. ” Jadi mungkin orang asing, surat ini diberikan tembusan ke kepala kantor Imigrasi,” ujarnya.

Dibeberkannya pula setelah dilakukan penyelidikan melalui sistim keimigrasian, diketahui WNA tersebut akan terbang ke Australia, langkah cepat dilakukan dengan melakukan koordinasi . dengan kantor Imigrasi Bali termasuk dengan kantor Imigrasi Makkasar. ” Setelah di Makkasar, dia mengganti tujuan ke Kuala Lumpur dan tidak melanjutkan ke Bali. Menurut data imigrasi seperti itu, tapi alasan lain kita belum tahu, karena belum melakukan pemeriksaan terhadap WNA,” pungkasnya.

Disamping itu pula Galih pihaknya sudah melakukan kedutaan besar (Kedubes) China di Jakarta. Bahkan Kedubes China mendukung proses hukum baik di Imigrasi maupun wilayah. ” Dari Kedubes WNA tersebut, hanya menyarankan agar didampingi penasehat hukum,” terangnya.

Dengan adanya kejadian ini, kata Galih pihaknya mengatakan daerah Raja Ampat merupakan wilayah destinasi internasional dan peristiwa yang terjadi merupakan. peristiwa besar. Oleh karena itu pihaknya menghimbau kepada seluruh WNA yang datang ke Raja Ampat, diharapkan dapat menghormati peraturan hukum dan tour guide yang ada di Raja Ampat jangan pernah sekalipun mempromosikan kegiatan yang dilarang pada wilayah konservasi.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *