SORONG.SorongPos.Com,- Bertempat diroom Wayag Swiss Bell Hotel, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya menggelar pelatihan dan sertifikasi kompetensi skema pemandu wisata (Tour Guide) tenaga kerja bidang pariwisata bagi orang asli Papua (OAP). Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan 12 Juni 2026, dibuka oleh Asisten II membidangi Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Viktor Solossa S.Pd, ST, MT ditandai dengan pemukulan tifa. Adapun kegiatan tersebut menghadirkan nara sumber dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Angin Mammiri Makkasar Dr Farid Said M.Pd, CHE, CTE. Selain itu turut Kepala Dinas Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif PBD Yusdi Lamatenggo S.Pi,M.Si dan Himpunan Pramuwisata Indonesia(HPI) PBD Nur Muhammad S.Tr.Ak,M.P.W.K Abdullah dan Aprilia M Damanik. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD Yusdi Lamatenggo yang didampingi Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD yang juga merupakan ketua panitia pelaksana kegiatan Yance Kambu S.An saat ditemui di sela-sela kegiatan Rabu(10/6) menjelaskan bahwa, kegiatan pelaksanaan pelatihan sertifikasi kompetensi pemandu wisata dilakukan, untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar memperoleh pengakuan kompetensi sesuai standar nasional yang berlaku. Selain itu pula diharapkan sertifikasi yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata khususnya OAP,sehingga mampu bersaing dan memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan baik nasional maupun internasional.
Dijelaskannya juga maksud kegiatan ini dilakukan adalah, dalam rangka meningkatkan kemampuan para peserta dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif dalam pemandu wisata sebagai salah satu dukungan dan promosi pariwisata daerah. Selain itu meningkatkan kompetensi tenaga kerja dibidang pariwisata, khususnya pemandu wisata dana juga memberikan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi profesi yang berlaku secara nasional. Kemudian para peserta dapat meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di Papua Barat Daya dan mempersiapkan SDM yang profesional dalam menghadapi perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif. ” Jumlah peserta dari kota dan kabupaten se-Papua Barat Daya sebanyak 40 orang yang merupakan anggota HPI PBD dan telah memenuhi persyaratan sebagai peserta sertifikasi kompetensi,” urainya.
Bahkan kata Yusdi kegiatan ini melibatkan asesor, nara sumber dan instruktur yang berkompeten yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan asesmen serta kompetensi profesi dari Makkasar. Ditambahkan juga sumber pendanaan kegiatan ini dari APBD Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD melalui Dana Otsus tahun 2026. ” Kami harapkan peserta dapat mengikuti dengan baik, disiplin dan penuh tanggung jawab, sehingga memperoleh hasil yang optimal serta mampu menjadi pemandu wisata yang kompeten, profesional dan membanggakan daerah Papua Barat Daya,” terangnya.(boy)

