SORONG.SorongPos..Com,- Bertempat di aula gedung serba guna Distrik Doom,Jumat(8/5) digelar acara penyerahan rekor muri kepada Yayasan Pulau Doom.Dikarenakan telah memberikan pelatihan bahasa Inggris dengan peserta terbanyak dan pelatihan calon pengajar bahasa Inggris terbanyak. Selain itu sekaligus melakukan launching Doom Educatiion Center. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya SH,M.Si, Ketua DPPD Provinsi Papua Barat Daya Ortis Fernando Sagrim,ST.M.Ak, Ketua DPRD Kota Sorong Drs..Ec Jhon Lewerissa,Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Barat Daya Eltje Salomina Doo, SE,MM dan Ketua Yayasan Pulau Doom Engelin Yolanda Kardinal dan pendiri Indonesia Brain Camp Kolonel Laut Filda Malari SE,CT, MFI seorang mantan Danlanal Palembang tahun 2020-2022, memiliki tugas pengalaman internasional sebagai interpreter bahasa Perancis pada pasukan perdamaian PBB di Kongo Tahun 2008-2009, melakukan sekolah komando di Perancis dan spesialisasi kapala diatas air, serta aktif dalam pengembangan Pendidikan dan potensi maritim. Selain itu juga pernah menjabat sebagai asisten potensi maritim dan staf ahli Pangkoarmada RI tahun 2025. Bahkan pendiri Indonesia Brain Camp dikenal sebagai orang yang peduli pada dunia pendidikan dan mendirikan rumah pintar di pesisir Sungai Musi Palembang dan aktif mengembangkan program berbahasa Inggris serta peningkatan memori, aktif melakukan kegiatan sosial, salah satu melakukan kunjungan ke daerah terpencil di Sungai Baung dan memiliki sertifikat Valen Manajemen Profesional.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana English Training 2026 Melakukan Muay dalam sambutannya menjelaskan bahwa pendidikan bahasa Inggris yang diberikan kepada anak sekolah maupun orang dewasa dengan berbagai latar belakang di pulau Doom, bisa dijadikan modal pendidikan, bekerja sampai dengan pergaulan internasional. Selain itu banyak ilmu pengetahuan, teknologi maupun informasi pada jaringan internet dengan menggunakan bahasa Inggris.” Jika kita mampu berbahasa Inggris, maka kesempatan untuk belajar dan mendapatkan informasi akan semakin luas. Bahkan dalam dunia kerja kemampuan berbahasa Inggris menjadi nilai tambah, karena banyak perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu menulis dan berbicara dengan bahasa Inggris,” terangnya.
Selain itu juga kata Melky kemampuan berbahasa asing dapat berguna untuk kerjasama internasional dan perkembangan global. Belajar bahasa inggris, juga dapat membantu rasa percaya diri tinggi, kemampuan berpikir dan lingkungan untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja baik didalam maupun luar negeri. Oleh sebab itu bahasa inggris bukan hanya pelajaran sekolah. Tetapi merupakan keterampilan penting, untuk masa depan. ” Realita inilah yang mendorong seorang inisiator ulung asal Pulau Doom yakni Ibu Engelin Yolanda Kardinal, untuk menggagas kegiatan Doom English Program bekerjasama dengan Indonesia Brain Camp dari Jakarta dan program ini merupakan suatu misi yang sangat tidak mungkin. Disebabkan kedatangan Indonesia Brain Campain dari Jakarta yang melakukan kerjasama dengan Yayasan Pulau Doom mendidik anak-anak di Doom maupun orang dewasa sampai ibu rumah tangga bisa menguasai bahasa Inggris dalam 300 kalimat dalam waktu hanya 5 hari. ” Tapi bagi mereka bukan sesuatu yang tidak mungkin karena sudah dibuktikan di tempat lain, ” tuturrnya.
Lebih lanjut Melky mengatakan bahwa ada dua masalah di Indonesia menyebabkan semua orang tidak bisa berbahasa Inggris, sekalipun sudah belajar dari SD sampai perguruan tinggi. “Ini kenyataannya, menurut saya bahasa inggris adalah bahasa asing dan bukan bahasa kedua. Jika bahaas kedua, maka semua orang bisa berbahasa Inggris, karena bahasa asing maka cuma hanya mereka yang pergi ke sekolah atau yang ambil jurusan bahasa Inggris baru bisa fasih berbahasa Inggris karena belajar denegana tekun. Tapi kalau jadi bahasa kedua, maka pasti orang Indonesia dapat berbahasa Inggris dengan baik, benar dan lancar,” terangnya.
Dicontohkan negara tetangga Indonesia misalnya Singapore, Malaysia dan Brunei Darussalam. Dimana mereka menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dan bukan bahasa asing, tetapi di Indonesiau sangat berbeda mulai belajar dari Sarjana Strata Satu, Strata Dua, Strata Tiga juga sama saja tidak bisa berbahasa Inggris. Kemudian masalah teknik belajar bahasa Inggris,dimana Indonesia Brain Camp menunjukan metode,karena belajar bahasa Inggris dari SD sampai SMA tergantung siapa gurunya dan metode yang diciptakan dari tenaga pendidikannya yang menentukan keberhasilan. ” Metode yang mereka kembangkan menjadikan seseorang yang tadinya buta tentang bahasa Inggris. Akhirnya jadi menyukai bahasa Inggris dana terbukti hanya 5 hari anak dan orang tua yang ikut sudah menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar di pulau Doom,” urainya.
Lebih lanjut Melky menjelaskan Indonesia Brain Camp wajib diberikan penghargaan khusus oleh negara. Hal ini dikarenakan siapapun yang peduli untuk kembangkan sumber daya manusia wajib diberikan apresiasi. Bahkan kata Mely dasar kegiatan ini adalah program yang didirikan Yayasan Pulau Doom yang digagas oleh Ketua Yayasan Pulau Doom Engelin Yolanda Kardinal. Tujuan kegiatan ini adalah siapkan anak-anak milenial pulau Doom untuk menghadapi era digital yang banyak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional baaik di sekolah maupun luar sekolah dan menjadikan warga Pulau Doom bisa berbahasa Inggris dan Doom dijadikan sebagai pulau berbahasa Inggris. Kemudian ada 150 orang pengajar yang ikut mengamabil bagian dari program 5 hari English Training yang bertugas follow up menjadi pengajar bahasa asing di Pulau Doom. Kemudian program tahap pertama adalah 500 peserta dipersiapan lagi 150 orang menjadi trainer atau pelatihan pelatih. ” Ini mimpi yang menjadi kenyataan,” ujajrnya.
Bahkan program ini tidak hanya bisa berbahasa Inggris. Tetapi akan j uga diajarkan berbahasa Perancis,Jepang dan Mandarin bagi anak dan orang tua baik bapak maupun ibiu termasuk penjual, pedagang, tukang
becak dan sebagainya di pulau Doom. Dengan jumlah peserta tahapan pertama mencapai 1000 orang memlebihii jumlah 500 orang peserta. Sedangkan peserta tahap kedua dengan jumlah peserta sebanyak 2000 orang. Jadi ketika Indonesia Brain Camp kembali ke Jakarta sudah dipersiapkan tenaga pelatih di pulau Doom untuk ikut mengajar pada program tahap kedua sebanyak 2000 orang. Ini akan menjadi impian pulau Doom dijadikan pulau yang orangnya dapat berbahasa asing dengan baik dan benar ,” bebernya.(boy)

