SORONG-SorongPos.Com,- Insiden kontak tembak antara aparat TNI dan kelompok bersenjata terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (22/3). Dalam peristiwa tersebut, dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dilaporkan gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari satuan tugas di wilayah tersebut.
Kabar gugurnya kedua prajurit TNI AL tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, usai mengunjungi Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. R. Oetojo Sorong.
“Kita semua turut berbelasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa dari satuan TNI Angkatan Laut yang saat ini bertugas sebagai satgas di Maybrat,” ujar Elisa Kambu kepada wartawan di RSAL Dr. R. Oetojo Sorong.
Selain dua korban meninggal dunia, insiden tersebut juga mengakibatkan sejumlah anggota lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis intensif di Kota Sorong.
Situasi di lokasi kejadian sempat dilaporkan mencekam. Warga Kampung Sori dan wilayah sekitar memilih membatasi aktivitas di luar rumah karena khawatir akan potensi gangguan keamanan susulan.
Gubernur Elisa Kambu menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi aparat yang bertugas di wilayah rawan konflik.
“Kita berharap ke depan, rekan-rekan yang bertugas bisa lebih berhati-hati. Jangan sampai memberi celah sehingga kejadian seperti ini terulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran dirinya bersama Bupati Maybrat merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Lebih lanjut, Elisa Kambu menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban jiwa tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Kita semua harus prihatin. Tidak boleh ada tindakan seperti ini atas nama apa pun, apalagi sampai mengorbankan nyawa,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus melakukan konsolidasi untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya, termasuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu kepastian terkait latar belakang insiden tersebut, apakah murni tindakan kriminal atau melibatkan kelompok tertentu.
“Kita belum bisa memastikan apakah ini kriminal biasa atau ada kelompok lain di baliknya,” ujarnya.
Oleh karena itu lanjut Gubenur kemarin pihaknya telah mengunjungi lokasi kejadian di Tambrauw. Kemudian hari ini di RSAL untuk kejadian di Maybrat, pihaknya berharap masyarakat dapat berpartisipasi untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif.
” Ini Satgas, jadi negara pasti hadir,apalagi kalau sampai ada perampasan senjata api. Sudah pasti menjadi atensi TNI,” terangnya.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan pendalaman di lapangan, termasuk menelusuri informasi terkait dugaan perampasan senjata dalam insiden tersebut.

