RJK Temukan Banyak Persoalan Di Warga Masyarakat Papua Barat Daya

RJK Temukan Banyak Persoalan Di Warga Masyarakat Papua Barat Daya

SORONG.SorongPos.Com,- Setelah melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan pada daerah pemilihan (dapil) di Provinsi Papua Barat Daya. Anggota DPR-RI Dapil Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Robert Joppy Kardinal saat ditemui menjelaskan, pihaknya banyak menemukan masalah ditengah-tengah masyarakat di Provinsi PBD terutama menyangkut masalah kehidupan.

Hal ini terungkap kata RJK sapaan akrabnya saat melakukan dialog secara langsung dengan masyarakat saat dilakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Ditegaskan banyak masalah dimulai dari tawuran antar anak-anak, kemudian masalah kekerasan dalam rumah tangga(KDRT), pendidikan.

” Ini mereka sampaikan saat saya melakukan sosialisasi 4 pilar dan berdialog. Saya kira ini benar menjadi keluhan masyakarat. Hal-hal ini harus dijaga kebersamaan, banyak masalah dalam kehidupan mereka,” terangnya.

Diakuinya pula soal 4 pilar kebangsaan saat ini sudah mulai pudar terutama di kalangan anak dan remaja, dengan demikian pihaknya dari MPR selalu datang ke dapil untuk melakukan sosialisasi secara terus menerus. Bahkan kata RJK tahun 2026 sosialisasi 4 pilar sudah memakai sistim digital. Akan tetapi pihaknya kurang menyetujuinya. Hal ini disebabkan untuk kalangan masyarakat bawah di tanah Papua, tidak semua bisa menggunakan sistim digital atau IT.

” Kalau anak muda mungkin bisa tapi orang tua belum tentu bisa,” akunya.

Disamping itu masukan dan keluhan dari warga masyarakat dalam dialog. Dimana pihaknya akan menyampaikan kepada Pemprov Papua Barat Daya, soal bantuan diberikan kepada organisasi masyakarat atau suku menjadi penting. Akan tetapi harus mendapat rekomendasi dari suku atau ormas. Dicontohkan misalnya dari keluarga ikatan Permabi yang menentukan siapa yang berhak menerima bantuan.

” Jangan diberikan kepada orang yang tidak berhak menerima. Ada yang berpenghasilan cukup, juga dapat bantuan pemerintah, kalau lewat Permabi misalnya menjelaskan bahwa orang ini tidak perlu mendapat bantuan, karena memiliki penghasilan tetap,” tegasnya.

Soal minuman keras yang juga menjadi keluhan dalam dialog ditengah- tengah masyarakat. Bahkan kata RJK, miras sangat mengganggu masa depan anak-anak Papua. Selain itu juga RJK mengingatkan pernyataan yang disampaikan oleh mantan Gubernur Papua Barat Almarhum Abraham Oktovianus Atururi bahwa orang mabuk tidak bisa bangun Papua. Kenapa kata RJK sudah mabuk, uang habis pulang ke rumah melakukan kekerasan terhadap istri dan sebagainya.

” Nanti besok pagi sadar, bawa istri ke rumah sakit karena sakit. Ada yang dilaporkan ke polisi, jadi sudah rugi berulang-ulang. Bah lebih bahaya lagi habis konsumsi miras, cari lagi perempuan diluar bawa pulang penyakit buat istrinya lagi. Ini masalah besar, miras harus stop,” tuturnya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *