Papua Barat Daya Dorong Kolaborasi Pendidikan Teknik Lewat Kongres FDTI ke-5

Cenderamata diberikan kepada Wakil Gubernur Papua Barat Daya. (Foto: mpginews.id)

KOTA SORONG, SORONGPOS.COM  – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya secara resmi membuka Kongres ke-5 Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) yang berlangsung di Hotel Vega, Kota Sorong, Kamis (2/10/2025). Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau, S.Pd.I, mewakili Gubernur Elisa Kambu, S.Sos.

Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur, pemerintah menegaskan pentingnya pendidikan tinggi bidang teknik sebagai pilar utama pembangunan, terutama dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Papua Barat Daya, sebagai provinsi termuda di Indonesia, berkomitmen bersinergi dengan perguruan tinggi teknik untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia.

“Pendidikan teknik menjadi kunci agar kita mampu bersaing di era revolusi industri 4.0 dan masyarakat digital. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat strategis,” ujar Ahmad Nasrau.

Ia menambahkan, kehadiran FDTI memberi ruang bagi penguatan kerja sama antara pemerintah dan akademisi teknik di seluruh Indonesia. Menurutnya, literasi teknologi bagi generasi muda Papua Barat Daya perlu terus ditingkatkan agar mampu menghadapi tantangan global.

Provinsi Papua Barat Daya yang berdiri sejak 2022 masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Kantor pemerintahan seperti kantor gubernur, DPRD, dan MRP belum memiliki gedung permanen dan sementara menggunakan fasilitas di Kota Sorong.

“Usia provinsi ini baru tiga tahun, tapi semangat kami besar. Karena itu kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi dengan dunia pendidikan, khususnya bidang teknik,” tegasnya.

Kongres FDTI ke-5 diikuti puluhan dekan fakultas teknik dari berbagai universitas di Indonesia. Tema kolaborasi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan menjadi fokus utama pembahasan.

Pemerintah berharap forum ini menjadi momentum memperkuat peran pendidikan teknik dalam pemerataan pembangunan, sekaligus menjadikan Papua Barat Daya sebagai lahan baru bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. (brm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *