SORONG.SorongPos.Com,- Setelah penghentian operasional sementara dari Pemerintah Pusat terhadap operasional tambang nikel di pulau GAG.Dimana sifatnya hanya penghentian sebahagian operasional, dikarenakan jika berbicara mengenai masalah tambang. Dimana merupakan satu kesatuan kegiatan mulai dari penyelidikan umum, eksplorasi, penambangan sampai penjualan sampai dengan operasi pasca penambangan. Keterangan yang diperoleh kegiatan yang dihentikan sementara adalah pengoperasional penambangan. Sedangkan kegiatan pengelolaan lingkungan dan dampak lingkungan tetap berjalan seperti biasa sampai selesai dilakukan evaluasi oleh kementrian teknis. Terkait dengan kembali beroperasional penambangan nikel, maka Deputi PPKL Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raiso Ridho Sani datang dan meninjau serta melihat dari dekat kegiatan penambangan yang dilakukan PT GAG Nikel di pulau GAG.

Kunjungan dimulai dari melihat berapa lokasi sumur endapan lumpur hujan yang memenuhi baku mutu standar, kemudian melihat lokasi yang sudah direklamasi atau rebosiasi dan melihat lokasi penambangan nikel dan pengoperasionalnya. Setelah melihat secara langsung bersama rombongan dan melakukan tanya jawab dilokasi penambangan bersama kru PT GAG Nikel disaksikan Gubernur Provinsi PBD Elisa Kambu dan Bupati Kabupaten Raja Ampat Orideko Iriano Burdam. Kemudian Deputi PPKL Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Gubernur PBD dan Bupati Raja Ampat bersama Direktur PDLUK dan Direktur Operasi PT Antam melakukan penanaman pohon atau rebosiasi pada lokasi bekas penambangan nikel yang telah selesai dilakukan penambangan. Nantinya setelah dilakukan pengujian beberapa tahapan sampai pada reboisasi, kemudian aktivitas penambangan nikel baru bisa berpindah ke lokasi yang baru. Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup,Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu saat ditemui media baik online maupun televisi usai kunjungan Kamis(25/9) menjelaskan, setelah pihaknya bersama rombongan mengunjungi lokasi perusahaan PT GAG Nikel, sesuai dengan pernyataan pihaknya sebelum masalah ini menjadi viral bahwa dari aspek lingkungan. Dimana PT GAG Nikel sangat memenuhi aturan sesuai dengan undang-undang yang diterbitkan oleh negara kesatuan Republik Indonesia terutama UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan,UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Mengenai Lingkungan Hidup.

” Nah tadi kita semua bisa lihat mulai dari pengelolaan limbah dan terakhir itu ada yang namanya sparing atau sumur endapan lumpur hujan yang memenuhi baku mutu dan terhubung langsung dengan Kementrian Lingkungan Hidup,” terangnya.
Oleh karena itu kata Kelly Kambu, ini merupakan satu komitmen penanganan lingkungan. Disebabkan memasang sparing adalah dari segi pembiayaannya sangat mahal. Bahkan dari PT GAG Nikel akan menambah lagi beberapa parameter yang di pasang pada sparing. Dengan demikian hal ini merupakan komitmen dari perusahaan menjaga lingkungan. Selain itu kata Kelly Kambu dari kajian analisis dampak lingkungan(amdal), dimana PT GAG Nikel melakukan semua hasil rekomendasi yang dibuat oleh analisis mengenai dampak lingkungan, akibat penambangan nikel. ” Kami juga melihat sangat bagus ya. Karena sebelum membongkar atau pindah ke lokasi penambangan lain. Dimana lokasi tambang yang sudah selesai dikerjakan, dilakukan reboisasi dan reklamasi,”akunya.
Menurut Kelly Kambu, reboisasi yang dilakukan PT GAG Nikel. Jika dibandingkan dengan pohon yang tumbuh secara primer sangat berbeda.Bahkan tanaman yang direbosiasi jauh lebih subur,sehingga tanaman yang primer juga berpengaruh tumbuh subur. Ditegaskan Kelly pula ada satu komitmen dari PT GAG Nikel, sesuai visinya menjadi yang terbaik dan berwawasan lingkungan. ” Ini harus menjadi contoh, kalau kita lihat pengelolaannya dibandingkan perusahaan pertambangan lainnya baik di Sulawesi dan sebagainya yang sekarang lagi viral. Tidak sebanding dengan PT GAG Nikel,” tegasnya.
Diakuinya bahwa ini merupakan kali pertama dirinya berkunjung ke lokasi PT GAG Nikel,sekaligus sumbangsih dari perusahaan membuka bandara udara dan landing dengan mulus. Belum lagi lanjut Kelly dari dari aspek sosialnya. Sedangkan dari aspek lingkungan sangatlah layak. Dikarenakan secara standar, PT GAG Nikel mendapatkan propert hijau. Dimana untuk mendapatkan propert, dibuat secara berjenjang dan berlapis-lapis. Bahkan pemerintah Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup meminta kepada PT GAG Nikel agar dilakukan audit lingkungan secara independen tanpa intervensi. ” Jadi ada auditor lingkungan yang melakukan audit,tanpa intervensi Kementrian Lingkungan Hidup, PT GAG Nikel maupun Pemprov Papua Barat Daya serta Kabupaten Raja Ampat,” tuturnya.
Hal ini menurut Kelly Kambu,tujuan dilakukan audit independen lingkungan. Dengan melihat semua aspek pengelolaan lingkungan. Kemudian apakah yang sudah dilakukan PT GAG Nikel sudah sesuai atau belum. Jikalau belum maka pihak auditor lingkungan akan membuat rekomendasi. Ditambahkan Kelly Kambu pula, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup,Kehutanan dan Pertanahan meminta kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar melakukan audit terhadap keberadaan perusahaan tambang nikel lainnya yang berada di pulau Gebe. Hal ini dikarenakan sebaik apapun yang dikerjakan oleh PT GAG Nikel melakukan pengelolaan lingkungan. Tetapi kalau limbahnya terbuang dari pulau Gebe dan dibawah masuk arus laut ke pulau GAG Kabupaten Raja Ampat, sehingga bukan hanya mencemari kawasan pulau GAG. Tetapi juga mencemari kawasan wisata di Raja Ampat yang menjadi surga kecil yang jatuh ke bumi. ” Ini penting dan tadi kami sampaikan kepada ibu Direktur PDLUK termasuk pak Deputi secara lisan agar semua perusahaan tambang dilakukan audit independen lingkungan. Khusus untuk yang bersentuhan langsung dengan pulau GAG yakni pulau Gebe yang berada tidak jauh dari GAG,” tegasnya
Lebih jauh Kelly menegaskan secara aspek lingkungan.Dimana PT GAG Nikel melakukan pengelolaan lingkungan dengan berpedoman pada instrumen lingkungan yang diberikan dan layak. Bahkan ada beberapa penghargaan sudah diberikan termasuk pemberdayaan masyakarat. Tentunya lanjut Kelly,dimana pihaknya saat kunjungan ke PT GAG Nikel, kemudian menanyakan secara langsung kepada masyarakat soal pemberdayaan masyarakat. ” Mereka akui banyak sekali ekonomi merosot disini. Akibat penutupan sementara, bagaimana tutup selamanya. Akan mengorbankan pendapatan masyarakat. Kami atas nama Pemprov PBD mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT GAG Nikel yang telah bekerja sesuai ketentuan khususnya di bidang lingkungan,” imbuhnya. (boy)

