MTs Saint Al Gebra Raih Juara Pertama Lomba Cerdas Cermat SMP/MTs se-Kota Sorong 2025

MTs Saint Al Gebra Raih Juara Pertama Lomba Cerdas Cermat SMP/MTs se-Kota Sorong 2025

KOTA SORONG, SORONGPOS.COM – Lomba Cerdas Cermat (LCC) jenjang SMP/MTs se-Kota Sorong tahun 2025 resmi berakhir pada Kamis (25/9/2025) di Gedung Lambert Jitmau. Kegiatan yang berlangsung sejak 23 September ini ditutup oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong dengan mengumumkan MTs Saint Al Gebra sebagai juara pertama setelah meraih nilai tertinggi 106.

Sekretaris Panitia LCC, Andarias Rombe, dalam laporannya menyebutkan, lomba bertema “Berpikir Kilat, Menjawab Tepat” ini bertujuan mengukur penguasaan kompetensi peserta didik sesuai kurikulum merdeka, meningkatkan literasi dan numerasi, serta melatih keterampilan berpikir kritis berbasis teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat pendidikan karakter melalui sportivitas, kejujuran, disiplin, dan kerja sama.

Jumlah peserta lomba sebanyak 41 tim SMP/MTs negeri maupun swasta, masing-masing terdiri dari tiga siswa utama dan satu cadangan. Total peserta termasuk guru pembimbing berjumlah 205 orang. Mata pelajaran yang dilombakan mencakup Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris.

Penilaian lomba dilakukan menggunakan aplikasi Kahoot dan Blooket, dengan soal berjenjang dari lower order thinking skills (LOTS) hingga higher order thinking skills (HOTS). Skor ditentukan berdasarkan kecepatan dan ketepatan jawaban peserta.

Hasil akhir menempatkan SMP Cinta Kasih di posisi juara kedua dengan nilai 93, SMP Kalam Kudus juara ketiga dengan nilai 86, serta SMP YPKP Moria di peringkat keempat dengan nilai 58.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Tihdora Aru, dalam arahannya menegaskan bahwa lomba ini menjadi sarana melatih rasa percaya diri siswa untuk bersaing secara sehat. Ia mengingatkan agar sekolah-sekolah tidak enggan mengikuti kegiatan hanya karena merasa sudah unggul dibanding sekolah lain.

“Tujuan kita membina anak-anak untuk menggali potensi mereka ke depan. Kalau kita tidak membina mereka, lalu siapa lagi? Harapan saya kegiatan ini tetap ditingkatkan,” kata Tihdora. Ia menambahkan, metode berbasis aplikasi Blooket akan terus digunakan agar lebih banyak siswa terbiasa berkompetisi dengan sistem yang sama. (brm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *