SORONG.SorongPos Com,- Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan, Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Salossa, memimpin tim pokja Raja Ampat bebas jangkar dalam upaya melindungi terumbu karang di kawasan perairan konservasi Raja Ampat.
Melalui rapat koordinasi OPD terkait bersama Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (P2KP) Papua Barat Daya yang berlangsung di Vega Prime Hotel pada Rabu (23/07/2025).
Direncanakan akan dilakukan perencanaan pemasangan mooring atau Lampu tambat di 170 titik di kawasan konservasi laut Raja Ampat yang luasnya 1,6 juta hektare.
Kawasan ini memiliki luas sekitar 1,6 juta hektare dan merupakan salah satu kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia. Kerusakan Terumbu Karang Akibat Jangkar Kapal Wisata
“Selama ini, kapal wisata banyak yang merusak terumbu karang dengan membuang jangkar tidak pada tempatnya,” kata Absalom.
Hal ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang dan ekosistem laut. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk melindungi terumbu karang dan menjaga keberlangsungan ekosistem laut.
Diketahui bahwa sekitar 140 sampai 200 kapal wisata yang berkunjung ke Raja Ampat setiap tahunnya. Jumlah ini dapat berpotensi menyebabkan kerusakan pada terumbu karang jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik.
Untuk melindungi terumbu karang, tim pokja Raja Ampat bebas jangkar berencana membuat mooring atau lampu tambat. Lampu tambat ini akan dipasang di 170 titik di kawasan konservasi laut Raja Ampat yang luasnya 1,6 juta hektare, sehingga kapal tidak lagi berlabu di sembarang tempat.
Selain itu Absalom menjelaskan bahwa satu pekerjaan mooring atau lampu tambat memakan biaya sekitar kurang lebih 560 juta rupiah. “Biaya ini cukup besar, namun perlu dilakukan untuk melindungi terumbu karang dan menjaga keberlangsungan ekosistem laut,” jelasnya
Terumbu karang memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Selain sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut, terumbu karang juga dapat melindungi pantai dari abrasi dan gelombang laut.
Usia pertumbuhan karangan memakan waktu hingga ratusan tahun, oleh karena itu harus dijaga dan diperluas rawat semua terumbu karang yang ada di laut Papua Barat Daya khususnya di Raja Ampat.
Upaya konservasi laut di Raja Ampat merupakan salah satu contoh upaya konservasi laut yang berhasil di Indonesia. Dengan adanya konservasi laut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem laut.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas upaya konservasi laut.
Pemerintah Papua Barat Daya lewat Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan berupaya melindungi terumbu karang di Raja Ampat merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Dengan adanya lampu tambat, diharapkan dapat mengurangi kerusakan terumbu karang akibat jangkar kapal wisata. “Semua kapal akan di tertibkan dan diberikan area – area untuk parkiran kapal,” tutup Absalom.
Langka ini dilakukan untuk menjaga, melindungi serta melestarikan wilayah konservasi khususnya Raja Ampat yang merupakan ikon dunia, sebagai aset untuk anak cucu di masa – masa yang akan datang. (boy)

