Sorong Pos, (20/06/2025).
Rektor Universitas Kristen Satya Watyana (UKSW) Salatiga, Profesor Doktor Intiyas Utami, SE, M.Si.AK, Jumat tanggal 20 Juni 2025, menandai yudisium Pendeta IMELDA BARANSANO, S.Si.Teol, M.Si, M.Mis, dengan memindahkan kucir topi toga simbol pengukuhan gelar akademik, Doktor Sosiologi Agama, setelah orasi ilmiah disertasinya yang berjudul : “SALIYAB” . RUMAH ADAT MODEL REKONSTRUKSI MANUSIA PAPUA DI GRIME NAWA. Bukti penyelesaiaan perkuliahan di Prodi Sosiologi Agama Fakultas Teologi UKSW Salatiga. Upacara Yudisium disaksikan para Dosen Penguji dan Promotor, serta kalangan akademisi internal dan undangan di Aula UKSW Salatiga. Sejak itu, predikat Doktor Sosiologi Agama SAH disandang Pendeta Imelda, yang adalah Ketua Badan Pekerja Harian Majelis Jemaat Wanggo, Klasis Muara Tami Kota Japura, Propinsi Papua. Tugas akhir yang menjadi pemenuhan syarat yudisum, telah diterima dan dipublish. Disertasi berjudul : “SALIYAB” . RUMAH ADAT MODEL REKONSTRUKSI MANUSIA PAPUA DI GRIME NAWA, mengangkat kearifan lokal di Lokus riset penelitian yang merupakan bagian wilayah Kabupaten Jayapura, dengan komunitas masyarakat adat yang sangat kuat mempertahankan adat istiadat dan budaya hidup leluhur.
Dalam sambutannya, Rektor UKSW Profesor Dr. Intiyas Utami, SE, M.Si.AK, menyatakan terkesan dengan paparan Pendeta Imelda lewat orasi ilmiahnya, yang mengangkat kearifan lokal manusia Papua di Grime Nawa. Ia bahkan mengatakan, ketika mendengar orasi itu, seperti berada di lokasi dan di tengah masyarakat yang disebutkan.
“Saya tadi sampai berbalik kursi, karena ibu menggunakan satu metode exprimen yang saya juga gunakan sebagai peneliti. Baru kali ini saya membaca ada mix methode. Ketika ibu paparan saya membayangkan saya lagi ada di sana, ungkapnya bangga”. Ia terus terang mengapresiasi hasil penelitian yang dituangkan dalam disertasi sangat inspiratif. Terlebih karena mengangkat peran perempuan secara spesifik. Ia berharap, Doktor Imelda tidak berhenti dengan karya disertasinya sekarang, melainkan bisa dikembangkan lagi dengan karya-karya berikutnya. Menurutnya, sangat minim cendekiawan perempuan yang peduli dengan soal pendidikan. Sementara Doktor Imelda memperlihatkan keseriusan yang prospektif. “jadilah Inspirator di tempat pelayananmu, dengan berazaskan motto Takut Akan Tuhan sebagai permulaan pengetahuan, ujarnya”.

Dekan Prodi Sosiologi Agama Pdt. Izak Y.M. Latu, Ph.D, sebagai Promotor Utama turut mengapresiasi hasil yang dicapai Doktor Imelda, dan berharap dikembangkan dalam pelayanannya ditengah masyarakat. Intelektual yang direncanakan akan mendapat gelar Profesor dalam waktu dekat itu, mengumumkan kelulusan Doktor Imelda dengan Nilai A yakni lulus dengan predikat pujian.

Grime Nawa, adalah sebuah wilayah di Timur Kabupaten Jayapura, lebih kurang 900.000 hektar atau 65 % dari luas Kabupaten Jayapura. Mencakup beberapa Distrik diantaranya Kemtuk dan Airu. Topografi dataran rendah dan perbukitan. Menjadi lokasi riset karena populasi penduduknya tidak seberapa, tapi kental mempraktekkan adat istiadat dan pola hidup leluhur yang arif dalam hubungan dengan sesama serta alam sekitar. Relevan dengan ajaran agama khususnya Agama Kristen. (eb)

