SORONG.SorongPos.Com,- Kepala Dinas Lingkungan Hidup,Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya Kelly Kambu saat ditemui wartawan belum ini, menjelaskan bahwa sesuai dengan hasil Musrembangda. Dimana sesuai dengan hasil statistik Papua Barat dan Papua Barat Daya, data dan fakta membuktikan wilayah pada kabupaten dan kota di provinsi Papua Barat Daya berada pada tingkat kemiskinan.
” Rata-rata semua miskin, hanya yang beda adalah ada yang tingkat kemiskinan sangat tinggi, sedang dan rendah. Tapi rata-rata tingkat kemiskinan mulai dari kabupaten Tambrauw,Maybrat dan Raja Ampat, Kabupaten Sorong dan Kota Sorong,” akunya.
Dijelaskan Kelly pula minimalisir atau mengurangi tingkat kemiskinan dan mengangkat kesejahteraan orang asli Papua (OAP) harus mencari cara dan solusi. Menurutnya dari Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan PBD telah membuat program dan mensejahterakan OAP yang berada di sekitar kawasan hutan. Dengan membuat kelompok tani hutan dan salah satunya program yang baik adalah membudidayakan tanaman nila.
” Ini sebuah tanaman perdu yang sangat potensial, punya nilai ekonomi sangat baik. Dalam 6 bulan pertama di tanam sudah bisa panen, seterusnya 3 bulan sudah bisa di panen. Kita punya cukup lahan tidur yang banyak,” jelasnya.
Oleh karena itu pihaknya mengajak OAP untuk menanam nila dan bisa di produksi dari Provinsi PBD. Ditambahkan Kelly pula,setelah berkunjung ke kabupaten Subang dan melakukan diskusi dengan petani nila. Dimana mereka menggunakan kawasan lahan perhutani yang kosong dan tidak digunakan. Misalnya di Papua Barat Daya ada mempunyai 5 ijin HPH dan lahan yang sudah ditebang habis. Dimana bisa digunakan menanam nila. Oleh karena itu pihaknya menghimbau agar masyarakat di Papua Barat Daya tidak pesimis dengan data statistik yang ada mengenai kemiskinan yang ada. Akan tetapi bagaimana memberdayakan masyakarat terutama OAP.
” Kenapa kita dari Dinas Lingkungan Hidup berbicara mengenai tanaman- tanaman yang menjadi bagian dari Dinas Pertanian, karena pada Dinas Kehutanan ada program Kehutanan Sosial, yang bisa dilakukan dengan skema yang baik,” tegasnya.
Dicontohkan pengembangan sagu, manggrove dari kue, madu yang merupakan kelompok dari kehutanan yang mulai dikembangkan. Kemudian ada daun teh sarang Remu dan gaharu yang merupakan produksi lokal dari hasil hutan yang bisa dimanfaatkan untuk mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua.
“Nah ini yang penting untuk dikembangkan, sesuai dengan visi dan misi pemerintah PBD adalah Masyarakat Papua Barat Daya yang maju, mandiri,sejahtera berbasis pertumbuhan ekonomi lokal sebagai upaya membangun dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkesinambungan,” bebernya. (boy)

