Efisiensi Anggaran, Pemkab R4 Dorong 10 Program Strategis Prioritas

Efisiensi Anggaran, Pemkab R4 Dorong 10 Program Strategis Prioritas

RAJAAMPAT. SorongPos.Com,- Ditengah efisiensi anggaran, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Raja Ampat saat ini sedang mendorong 10 (sepuluh) program strategis prioritas untuk 2026–2027, dengan beberapa program sudah berjalan cukup jauh, tetapi pengembangan kawasan wisata baru masih tertinggal.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, bahwa dalam RKPD 2026, Raja Ampat menempatkan pembangunan pada tujuh misi utama, diantaranya peningkatan pendidikan dan kesehatan, penguatan tata kelola berbasis teknologi, pemberdayaan UMKM/BUMKamp/BUMD, pariwisata bahari, infrastruktur dan konektivitas, perlindungan sosial, serta pengelolaan SDA dan lingkungan hidup.

Arah ini selaras dengan visi jangka menengah daerah yang menekankan industri pariwisata dan kelautan berkelanjutan untuk menopang ekonomi masyarakat.

Berdasarkan paparan Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam pada Juli 2026, program pencegahan penyakit ATM dan Program ORISUN sudah mencapai sekitar 80 (delapan puluh) persen. Program Sekolah Gratis, penyediaan tenaga kesehatan, dan listrik masuk kampung berada di kisaran 70 persen.

Titik yang masih tertinggal yaitu pengembangan kawasan wisata baru baru mencapai sekitar 10 ℅ (sepuluh persen) karena masih terkendala penataan ruang, status kawasan, perizinan, dan kebutuhan investasi.

Ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata tetap jadi prioritas, tetapi implementasinya masih perlu dukungan lintas pihak agar tidak tertahan di tahap awal.

Selain itu, Pemerintah daerah juga masih menempatkan infrastruktur dan konektivitas antar-pulau sebagai fokus penting, termasuk jalan, jembatan, pelabuhan, dan jaringan telekomunikasi. Selain itu, ada penekanan pada optimalisasi pelabuhan perikanan dan program listrik masuk kampung sebagai bagian dari pemerataan layanan dasar.

Diketahui pada Agustus 2026, Raja Ampat juga membentuk Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan, untuk memperkuat koordinasi pembangunan dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Langkah ini penting karena banyak program Raja Ampat memang bergantung pada sinergi pemerintah daerah, pusat, swasta, dan mitra konservasi,” ungkap Bupati dalam paparannya. (nal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *