SORONG. SorongPos.Com,- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Al-Akbar Papua Barat Daya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I dengan mengusung tema “Jadikan Masjid Sebagai Pusat Peradaban”. Kegiatan tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, persatuan, serta pengembangan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Musyawarah Daerah perdana ini berlangsung di gedung ACC Masjid Raya Al-Akbar Sorong Papua Barat Daya pada minggu (10/5).
Ketua Panitia, Rustam Rumatiga, mengatakan bahwa pelaksanaan Musda I ini merupakan agenda yang telah lama dinantikan dan baru dapat terlaksana setelah melalui proses persiapan selama kurang lebih satu tahun.
“Musyawarah ini merupakan kegiatan yang kita nantikan karena sudah satu tahun baru terlaksana pada hari ini. Masjid merupakan tempat bermusyawarah dan masjid juga merupakan pusat peradaban,” ujarnya.
Rustam menegaskan bahwa Musda I DKM Raya Al-Akbar Papua Barat Daya menjadi wadah untuk menyatukan pemikiran dan semangat seluruh pengurus serta jamaah dalam memakmurkan masjid.
“Kami berharap melalui Musda ini lahir gagasan-gagasan baru yang mampu membawa masjid menjadi pusat pembinaan umat dan tempat mempererat persaudaraan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga suasana musyawarah tetap kondusif dan penuh kekeluargaan demi menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
“Perbedaan pendapat dalam musyawarah adalah hal biasa, tetapi tujuan kita tetap sama, yakni membangun kemakmuran masjid dan memperkuat persatuan umat,” tambah Rustam.
Menurutnya, keberhasilan Musda tidak hanya diukur dari terpilihnya kepengurusan baru, tetapi juga dari terciptanya komitmen bersama untuk membangun organisasi yang lebih baik ke depan.
“Kami ingin Musda ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat pelayanan umat dan menjadikan Masjid Raya Al-Akbar sebagai pusat kegiatan keagamaan serta sosial kemasyarakatan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Daya, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenag Papua Barat, Rofiul Amri. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pemersatu umat dan tempat membangun nilai-nilai peradaban Islam.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat membangun persaudaraan, pendidikan umat, dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Rofiul Amri.
Ia berharap Musda I DKM Raya Al-Akbar Papua Barat Daya dapat melahirkan kepengurusan yang amanah serta mampu membawa organisasi menjadi lebih baik ke depan.
“Semoga kegiatan ini mampu melahirkan kepengurusan yang amanah dan dapat membawa Masjid Raya Al-Akbar menjadi pusat peradaban umat yang membawa kedamaian, persatuan, dan kemajuan bagi masyarakat Papua Barat Daya,” katanya.
Rofiul juga mengajak seluruh peserta Musda untuk menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan demi kemakmuran masjid.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam memakmurkan masjid. Karena itu, mari kita jaga persatuan dan bersama-sama membangun organisasi ini dengan niat ibadah,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dalam arahannya mengajak seluruh peserta Musda untuk membangun kebersamaan dan menjadikan organisasi DKM sebagai wadah pelayanan umat, bukan ajang kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kita harus seperti lilin yang bisa menerangi. Kita harus bangun kesepakatan bersama dan kesepahaman bersama, karena tempat ini adalah murni urusan umat dan Tuhan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan DKM harus menjadi perekat persatuan dan mampu menyelesaikan berbagai perbedaan pendapat dengan semangat kebersamaan dan kedamaian.
“Organisasi ini terbentuk untuk kemakmuran masjid, bukan ego kita. Tidak ada yang lebih hebat dan tidak ada yang lebih besar, tetapi kita punya peran dan tanggung jawab yang sama,” tegasnya.
Elisa Kambu juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta menghindari perpecahan di internal organisasi. Menurutnya, seluruh pengurus dan jamaah harus bersatu menghadapi berbagai tantangan demi kemajuan umat.
“Tidak perlu ada perpecahan dan adu domba. Kita harus bersatu agar badai dapat kita lalui bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia berharap ketua DKM yang nantinya terpilih benar-benar siap bekerja bersama seluruh elemen umat serta mampu menciptakan suasana aman, damai, dan harmonis di lingkungan masjid.
“Apa yang kita lakukan adalah ibadah dan semua akan diperhitungkan di hari akhir nanti. Saya harap siapapun yang terpilih adalah pilihan kita bersama dan sama-sama kita dukung, karena semua merupakan pilihan Tuhan, bukan semata kemauan kita,” tutup Elisa Kambu.(boy)

