SORONG.SorongPos.Com,- Dari pelaksanaan Musyawarah Daerah I Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Al-Akbar Provinsi Papua Barat Daya.Dimana dari 7 orang kandidat yang mengambil berkas pendaftaran, dimana 6 kandidat mengembalikan berkas pendaftaran ke panitia pelaksanaan Musda. Hanya 1 orang kandidat yang memenuhi syarat yakni Haji Abdul Muthalib Salim. Saat ditemui media di Gedung ACC Masjid Raya Sorong Papua Barat Daya, Minggu(10/5) Abdul Muthalib Salim, mengucapkan terima kasih pengurus Masjid Raya Al -Akbar yang telah domisioner. Dikarenakan telah meletakkan dasar, termasuk pengurus masjid sebelumnya, sehingga sebagai orang yang baru memulai dan dipercayakan menjadi Ketua DKM Raya Al-Akbar periode tahun 2026-2031. Dimana ini merupakan satu amanah yang cukup besar bagi kita.” Terutama saya secara pribadi diberikan kepercayaan baik itu kepada masyarakat maupun umat dan Allah,” akunya.
Lebih lanjut Thalib sapaan akrabnya menjelaskan sesuai visinya yakni menjadikan Masjid Raya Al-Akbar yaitu mewujudkan masyarakat yang Islami dan pegang teguh kepada Alguran serta rasunah dalam kehidupan dunia untuk kebahagian di akhirat. Sementara untuk misinya lanjut Thalib adalah mudah-mudahan bisa menjadi implementasi dalam kepimpinannya kedepan yakni bagaimana mempercepat penyelesaian pembangunan Masjid Raya Al-Akbar, membentuk organisasi kemasjidan yang diisi oleh orang-orang yang bekerja untuk Masjid dengan ikhlas. ” Menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan pemerintah Provinsi PBD maupun pemerintah kota dan kabupaten lainnya. Karena ini Masjid Raya berkedudukan di Pemprov PBD,” tegasnya.
Lebih jauh Thalib menegaskan, akan memberdayakan ekonomi umat dengan konsep Islam, melayani sosial kemasyarakatan, memiliki klinik untuk melayani kesehatan dan membangun pendidikan baca dan tulis Alquran untuk anak usia dini, remaja, pemuda, dan orang tua, melakukan pembinaan kepada para halaf.” Bekerja sama dengan organisasi Islam dan paguyuban, untuk pembinaan umat dan menjadikan Masjid Raya Al-Akbar sebagai pusat kegiatan umat Islam di wilayah provinsi PBD,” urainya.
Ketika disinggung dari kesemua misinya. Mana yang paling diprioritaskan apa saja. Kata Thalib ” Yang menjadi prioritas adalah penyelesaian pembangunan Masjid Raya. Karena pembangunan Masjid Raya masih membutuhkan biaya dan anggaran yang cukup besar, saya telah diserahkan kepercayaan dari Ketua yang lama yakni pak Rahman Rajab selaku Wakil Ketua. Tetapi sebagai ketua pembangunan, maka ini untuk pembangunan secara fisik masih butuh dana cukup besar,” bebernya.
Oleh karena itu lanjut Thalib bahwa penyelesaian pembangunan Masjid Al-Akbar bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus dan panitia. Tetapi merupakan bagian tugas dan tanggung jawab semua umat Islam di wilayah Papua Barat Daya. Dengan demikian kedepan harus membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov PBD. ” Kita bangun komunikasi baik dengan pak Gubernur maupun pak Walikota. Apalagi tadi pak Gubernur PBD sempat memberikan sambutan dan arahan sebelum dimulainya Musda I DKN Raya Al-Akbar. Dengan hadirnya beliau, saya merasa pak Gubernur juga ikut ambil bagian dalam penyelesaian pembangunan Masjid Raya Al-Akbar,” pungkasnya.(boy)

