SORONG.SorongPos.Com,-Kepolisian Daerah Papua Barat Daya terus mendalami kasus dugaan penghadangan dan penganiayaan yang terjadi di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia, Rabu (18/3).
Dalam konferensi pers Di Aula Polda Papua Barat Daya, Pelaksana Tugas Kabid Humas Kompol Jeny yang didampingi Kabid Propam Polda PBD AKBP Mathias Krey dan Dirintelkam Polda PBD Kombes Pol Angling Guntoro S.I.K menjelaskan bahwa peristiwa tersebut, terjadi saat empat orang pengendara sepeda motor melintas dan diduga dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal.
Akibat kejadian tersebut, dua orang berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan insiden ke pos keamanan terdekat, Sementara dua korban lainnya meninggal dunia di lokasi akibat luka berat yang diderita.
Hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa korban meninggal bukan akibat luka tembak, melainkan luka akibat benda tajam.
Kepolisian juga menegaskan bahwa, informasi yang beredar terkait adanya unsur penembakan maupun identitas korban sebagai aparat itu tidak benar, korban dipastikan merupakan warga sipil.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat kepolisian bersama TNI bergerak cepat, dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi korban, serta pengamanan wilayah.
Jenazah korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Sorong, untuk penanganan lebih lanjut.
Selain itu Kompol Jenny mengatakan, untuk menjaga stabilitas keamanan, aparat gabungan telah mengerahkan sekitar 60 personel Brimob yang ditempatkan di sejumlah titik rawan.
Disamping itu juga, pengamanan jalur antar distrik juga diperketat, termasuk pemberlakuan sistem pengawalan secara konvoi bagi masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung, pihak Kepolisian mengaku telah mengantongi sejumlah informasi terkait dugaan pelaku, namun belum menetapkan tersangka karena masih dilakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan barang bukti, termasuk analisis terhadap video yang beredar di masyarakat.
Oleh karena itu Polda Papua Barat Daya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dengan meningkatkan kewaspadaan.
Ditambahkannya juga Kepolisian menegaskan, komitmennya untuk mengungkap kasus ini secara tuntas serta memastikan keamanan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya tetap terjaga.(boy)

