SORONG.SorongPos.Com,-Bertempat di Hotel Aimas Convention Center (ACC) Aimas Selasa(9/12),Asisten I Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya Dr.Drs Suardi Thamal membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat untuk pengembangan pariwisata melalui pelatihan ekowisata bagi orang asli Papua(OAP) yang dilaksanakan dari tanggal 9 Desember sampai dengan 11 Desember 2025.
Sementara itu ketupanitia pelaksana kegiatan yang juga merupakan Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pemuda Olahraga,Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Yance Kambu menjelaskan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat pengelola obyek wisata orang asli Papua, agar memiliki kemampuan dan pemahaman dalam mengembangkan ekowisata secara profesional dan berkelanjutan.
Menurutnya juga tujuan kegiatan ini, agar dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam prinsip ekowisata. Selain itu juga untuk mendorong masyarakat lokal agar berperan aktif dalam pengelolaan dalam tarik wisata, kemudian mengembangkan pengetahuan terkait konservasi alam dan interpretasi wisata di alam termasuk memperkuat peran masyarakat pengelola obyek wisata selaku pelaku utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

” Kegiatan ini diikuti peserta yang merupakan orang asli Papua sebanyak 30 orang peserta, masing-masing dari kabupaten Sorong 15 orang dan kabupaten Sorong Selatan 15 orang. Kita melibatkan nara sumber dan instruktur yang kompeten dari peguruan tinggi, akademisi bidang ekowisatadan praktisi dari Flora dan Fauna Indonesia program tanah Papua,” urainya.
Lebih lanjut Yance Kambu menjelaskan bahwa , kegiatan ini pula dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga,Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo dan juga para Kepala Dinas Pariwisata baik dari Kabupaten Sorong maupun Sorong Selatan. Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olahraga,Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi PBD Yusdi Lamatenggo menegaskan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat penting bagi pengembangan pariwisata terutama bagi orang asli Papua dalam mengembangkan destinasi wisata di daerahnya baik di kabupaten Sorong maupun Sorong Selatan.
Dijelaskannya juga pelatihan ini hanya memberikan teori kepada para peserta pelatihan. Tetapi yang lebih penting adalah setelah mendapatkan ilmu atau teori dari pelatihan ini, dapat dikembangkan di lapangan.
” Saya sampaikan dalam 3 hari ini apa yang diperoleh para peserta dipelajari dengan baik dan praktis,sehingga apa yang diperoleh disini dapat dipraktekkan di daerah masing-masing. Tadi saya sampaikan agar 50 persen diberikan teori dan 50 persen praktek. Jadi kita turun sama-sama di lokasi obyek wisata,” akunya.
Lebih lanjut Yusdi menambahkan kegiatan ini agar dapat diikuti dengan baik oleh para peserta. Kemudian saling membagi pengalaman dan saling mengisi dan terus saling berkomunikasi dengan para instruktur maupun dinas terkait, dalam pengembangan destinasi pariwisata di daerahnya kedepan.
” Apa yang diperoleh para peserta lewat pelatihan disini, tapi intinya dalam pengembangan destinasi dilapangan. Komunikasi dan jalin hubungan dengan instruktur dan dinas terkait, guna pengembangan destinasi di daerah masing-masing,” tuturnya. (boy)

