KOTA SORONG, SORONGPOS.COM — Pemerintah Kota Sorong menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor utama dalam mengurangi risiko korban dan kerugian saat bencana, menyusul terbentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di seluruh 41 kelurahan. Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, saat membuka Gladi Kesiapsiagaan Terhadap Bencana sekaligus pengukuhan F-PRB tingkat kelurahan di Gedung Lambert Jitmau, Kamis (27/11/2025).

Ketua Panitia, Yohanis Riupassa, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kapasitas, dan koordinasi masyarakat dalam menghadapi potensi multi-bencana yang ada di Kota Sorong. Program tersebut didukung anggaran APBD melalui DPA SKPD Tahun 2025 sebesar Rp249.999.800.
Riupassa memaparkan bahwa Forum PRB pertama kali terbentuk tahun 2024 di enam kelurahan melalui program IDRIP BNPB. Pada 2025, pembentukan diperluas ke 35 kelurahan, melibatkan unsur masyarakat seperti RT/RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, sehingga total 41 kelurahan kini memiliki forum PRB.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa Kota Sorong berada pada wilayah dengan potensi bencana beragam, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus terstruktur, komprehensif, dan melibatkan seluruh komponen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Anshar Karim berharap forum PRB dapat memperkuat kapasitas tingkat kelurahan, membangun sistem penanggulangan bencana berbasis lokal, serta memastikan adanya respon cepat saat keadaan darurat agar dampak bencana dapat diminimalisir. (brm)

