KOTA SORONG, SORONGPOS.COM – Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir yang dapat terjadi ketika hujan lebat berbarengan dengan kondisi air laut pasang. Informasi cuaca dan pasang surut disebut menjadi kunci agar kelurahan melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dapat menganalisis situasi dan melakukan langkah antisipasi lebih cepat. Penegasan tersebut disampaikan pada kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Terhadap Bencana dan Pengukuhan F-PRB Kelurahan di Gedung Lambert Jitmau, Kamis (27/11/2025) pagi.
Herlin menjelaskan, 35 kelurahan di Kota Sorong kini telah memiliki Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Anggota forum yang ditetapkan oleh masing-masing lurah telah disahkan dan menjadi bagian dari struktur resmi BPBD untuk penanganan kesiapsiagaan di wilayah.
Ia menegaskan bahwa mulai tahun depan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pengembangan kapasitas PRB. Kegiatan tersebut tidak hanya berupa pelatihan materi, tetapi juga simulasi bersama yang melibatkan lintas instansi agar anggota forum memahami langkah operasional saat terjadi bencana.
Dalam arahannya, Herlin menyoroti kejadian banjir bandang di Sumatera Utara sebagai contoh dampak cuaca ekstrem yang tidak diantisipasi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa masyarakat Kota Sorong harus mampu membaca informasi cuaca dari BMKG, termasuk peringatan hujan, prakiraan durasi hujan, serta kondisi pasang-surut air laut.
Menurutnya, ketika hujan deras terjadi bertepatan dengan air laut pasang, maka air hujan sulit mengalir ke laut. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir, sehingga warga perlu meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah evakuasi lebih awal.
Herlin juga mengingatkan bahwa kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta warga sakit harus menjadi prioritas evakuasi saat terjadi bencana. Tempat evakuasi telah tercantum dalam dokumen kebencanaan, seperti rumah ibadah, sekolah, dan fasilitas pemerintah. Di lokasi pengungsian nantinya akan disiapkan dapur lapangan dan layanan kesehatan dari puskesmas.
Ia menegaskan bahwa pembentukan PRB merupakan bagian dari tahapan prabencana sebagaimana diatur dalam UU 24 Tahun 2007. Forum tersebut berperan dalam pemetaan risiko, penyusunan dokumen kontinjensi, pelaporan kejadian, serta menjadi relawan yang mendukung BPBD dalam penanganan darurat bencana.
Herlin mengapresiasi dukungan unsur RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, puskesmas, serta tiga narasumber dari BMKG, Basarnas, dan BPBD yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap PRB kelurahan dapat berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kota Sorong. (brm)

