Kabandara Siap Diberhentikan, Jika Terbukti Memasukan Perusahaan Groundhanlin Lain ke Bandara DEO

Kabandara  Siap Diberhentikan, Jika Terbukti Memasukan Perusahaan Groundhanlin Lain ke Bandara DEO

SORONG.SorongPos.Com,– Terkait dengan kisruh di apron bandara di saat pesawat Lion Air dari Manado tiba di bandara udara Domini Eduard Osok Sabtu(20/9). Kepala Bandara DEO Asep Soekarjo saat ditemui media di Cafe Arfak Bandara menjelaskan, bahwa saat ini kondisi bandara udara sudah kembali normal dan tidak ada masalah. Diakui kisruh di saat pesawat Lion Air mendarat antara groudhanlin PT Lintas Megantara dan PT Tri Perkasa Dirgantara. ” Yang kami tahu ada pergantian penanganan groundhanlin oleh PT Lion Grup. Tapi kalau mau jelasnya nanti dengan Lion Grup. Saya hanya mau bicara tentang operasional bandara,”akunya.
Bahkan kata Kabandara DEO, akibat kejadian tersebut, memang ada terjadi kendala dalam operasional bandara. Saat ini kondisi bandara sudah aman dan tidak ada hambatan dan halangan. ” Seperti yang bapak-bapak(wartawan.red) lihat sendiri,” terangnya.
Ketika disinggung mengenai perusahaan groundhanlin yang baru masuk ke bandara DEO. Dimana informasi dimasukan oleh Kabandara. Kata Asep Soekarjo dengan tegas bahwa informasi tersebut tidak benar. Bahkan kontrak yang dilakukan oleh Lion Air dengan perusahaan groundhanlin yang lain. Dimana pihak ya tidak mengetahuinya. ” Kalau memang itu katanya atas permintaan saya selaku Kabandara maka harus dibuktikan. Kalau memang terbukti saya bersedia di pecat dan mengundurkan diri selaku Kabandara dan saya bersedia dihukum karena membuat pemberitaan bohong. Yah tolong dibuktikan,” tegasnya.


Selain itu juga Asep Soekarjo menegaskan, jika tidak dapat dibuktikan maka pihaknya juga akan mengambil langkah tegas sebagai warga negara. Soal pemutusan kontrak yang sepihakyang diklaim PT Lintas Megantara. Menurutnya sebaiknya masalah tersebut ditanyakan langsung kepada pihak Lion Air, dikarenakan kontrak tersebut bukan dibuat dengan pihak bandara. ” Tetapi pelayanan darat, jasa terkait kesepakatan antara pemberi dan penerima pekerjaan penerbangan dari maskapai dengan pihak lain. Soal lain-lain saya tidak bisa bicara, karena tidak ada kaitan dengan saya. Kalau saya berbicara untuk operasional bandara,” urainya.
Diakuinya bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi antara kedua pihak. Tetapi pihaknya tidak berhak mengambil keputusan, karena itu tidak ada kaitan dengan operasional bandara. ” Saya mohon maaf dengan adanya kejadian ini, pelayanan agak terganggu. Karena semua yang terjadi diluar kendali saya. Itu hanya antara pemberi dan penerima pekerjaan. Ini terjadi tiba-tiba,” tukasnya.
Selain itu Kabandara menegaskan kembali bahwa dirinya yang memasukan perusahaan groundhanlin yang baru ke Sorong, agar segera dibuktikan. ” Jangan membuat hoax yang tidak benar. Kalau saya tahu siapa yang membuat kabar ini, saya akan lapor yang bersangkutan ke ranah hukum,” imbuhnya.
Sementara Kapolsek KP2 Udara Iptu Sahbudin saat ditemui media mengakui bahwa saat pesawat Lion Air tiba dari Manado. Dimana terjadi sedikit insiden antara dua perusahaan groundhanlin yang sama-sama mengakui memiliki kontrak kerjasama dengan Lion Air. Menurutnya dari pihak kepolisian tidak memihak kepada siapa- siapa dan bertindak netral. Diakui keributan di samping sisi pesawat adalah merupakan tugas dari petugas Avsec dan pihaknya hanya patroli untuk keamanan bandara. ” Tapi memang tadi anggota masuk untuk memisahkan keributan. Itu pesawat masuk dari Manado dan masalah ini sudah terjadi dari kemarin,” imbuhnya.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *