Keluarga Korban Ulfa Tamima Minta Tersangka Tidak Berbelit-Belit

Keluarga Korban Ulfa Tamima Minta Tersangka Tidak Berbelit-Belit

SORONG.SorongPos.Com,-Djoefry Macap Tamima mewakili keluarga korban Ulfa Tamima(25) saat memberikan keterangan pers kepada media Jumat (14/2) di Polresta Sorong menjelaskan bahwa hari ini diduga pelaku yang diduga kali pertama membawa korban sudah ketemu.

Bahkan Djoefry dengan tegas meminta kepada pihak kepolisian bahwa pelaku hari ini pun juga harus segera ditemukan dan yang diduga sebagai pelaku harus menunjukan dimana sebenarnya keberadaan anggota keluarganya(korban,red).

” Anak kami dan cucu kami hari ini harus dapat dan dimana keberadaannya. Kami kasih waktu 1x 24 jam korban harus ditemukan,” akunya.

Disamping itu juga Djoefry menegaskan, jika 1×24 jam korban belum ditemukan dan kemudian yang diduga pelaku memutar-mutar fakta soal keberadaan korban yang tidak jelas. Bahkan jika belum ditemukan pihak keluarga akan mengambil tindakan sesuai dengan cara pihak keluarga. Hal ini dikarenakan pengakuan pelaku kepada pihak penyidik, setelah korban diperkosa atau disetubuhi. Kemudian pelaku meninggalkan korban diatas kayu samping pohon dengan tempat kejadian perkara di puncak Arfak belakang Hotel Belagri.

” Pengakuan pelaku berbelit-belit, dia sampaikan tinggalkan pelaku ditempat situ. Kemudian juga ada isu yang berkembang bahwa pengakuan pelaku korban dibuang ke jurang dan sebagainya. Intinya korban ini mengalami keterbelakangan mental atau disabilitas,” terangnya.

Selain itu juga kata Djoefry, sesuai pengakuan pelaku bahwa korban sudah diperkosa dan ditinggalkan dibawah pohon, akan tetapi keberadaan korban sampai saat ini belum diketemukan,apakah dibuang atau dimana. Karena sampai dengan hari ini sudah 6 hari keberadaan korban belum diketahui keluarga.

Menurut CCTV yang diperoleh dari Masjid di belakang bekas Lanal Sorong Kampung Baru, saat korban keluar untuk belanja. Kemudian dihampiri pelaku dan dipaksa naik ke motor dan dibawa ke puncak Arfak. Lanjut Djoefry mengingat korban mengalami keterbatasan mental dan tindakan dari pelaku terhadap korban sangat sadis. Oleh karena itu pihaknya meminta pihak penyidik segera menyelesaikan kasus ini.

” Kami berharap pelaku jangan berbelit- belit dan memutar balikan fakta, yang jelas kami butuh anak kami dan cucu kami ditemukan,apakah dalam keadaan selamat atau tidak selamat, harus ditemukan sehingga menjadi jelas,” tegasnya.

Sementara itu Tante dari korban Fatma Tamima mengatakan kronologis awal kurang lebih 6 hari yang lalu, sesuai keterangan dari Ocha Tamima selaku kakak kandung korban, sekitar pukul 09.00 WIT. Dikarenakan korban melihat pagar terbuka, padahal biasanya pagar rumah tertutup.

Kemudian lanjut Fatma, bahwa korban terlahir istimewa. Karena mengalami disabilitas dan kadang berbicara pun tidak jelas. Selain itu juga korban diurus keluarga seperti ibarat bayi dan juga korban menderita penyakit epilepsi,sehingga korban tidak pernah berjalan bebas keluar rumah tanpa pengawasan dari pihak keluarga.

” 6 hari yang lalu sesuai keterangan kakak korban. Saat itu kakaknya sedang mengurus anaknya, kemudian korban keluar rumah. Karena melihat pagar terbuka, keluar ke jalan sampai depan SMP Negeri 1. Pelaku menghampiri korban dan memaksa korban naik ke motor. Nah kita keluarga tahu bahwa korban diculik kurang lebih 4 hari yang lalu,” bebernya.

Lanjut Fatma setelah pihak keluarga mencari dan dibantu oleh media sosial dan diberikan petunjuk dari CCTV di Masjid depan SMP Negeri 1. Dengan demikian terlihat dengan jelas dari CCTV bahwa korban tidak jalan sembarangan, tetapi dipaksa dan diculik oleh orang yang membawa motor dan diduga sebagai pelaku.

Ironisnya kata Fatma, korban mengalami cacat fisik dan mental, korban dipaksa naik ke motor dan tidak berdaya, kemudian pada hari kelima pihak keluarga mengeluarkan rekaman CCTV ke media sosial.

” Kami keluarga mengucapkan terima kasih kepada warga kota Sorong yang telah membantu keluarga menyebarkan video-video dari keluarga. Akhirnya mendapatkan petunjuk mengenai kuat dugaan pelaku yang bekerja pada salah satu tempaf, dikasih petunjuk keluarga dapat rumah pelaku. Kemudian pihak keluarga bawa ke Polsek Sorong Barat,” bebernya.

Lebih jauh Fatma menegaskan bahwa pihak keluarga sudah berikan kepercayaan penuh kepada pihak kepolisian mengusut kasus ini. Disamping itu juga yang diduga pelaku sudah mengaku kepada pihak kepolisian dalam hal ini penyidik bahwa pelaku memperkosa korban di puncak Arfak.

” Kemudian apakah dibuang atau ditinggalkan. Kami harap korban diketemukan dalam keadaan baik-baik saja, tetapi kalau ditemukan dalam keadaan tidak baik-baik saja. Keluarga minta kejelasan pihak kepolisian dan pelaku harus mengaku dimana sebenarnya fisik korban berada,” akunya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *