SORONG.SorongPos.Com, -Perum Bulog Cabang Sorong, Papua Barat Daya (PBD) memperketat pengawasan penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa mitra guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET).
Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Bulog Cabang Sorong Sigit Baskoro saat ditemui media, Kamis(5/11) usia melakukan inspeksi ke Aimas Kabupaten Sorong. Menurutnya juga pengawasan dilakukan dengan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan pemerintah daerah setempat, terutama terhadap mitra penyalur beras SPHP yang tersebar di wilayah kerja Bulog Sorong.
“Pengawasannya kita lakukan dengan sidak ke pasar-pasar dan rumah pangan kita (RPK) yang kita bina. Biasanya kami juga menggandeng Satgas Pangan dan pemerintah daerah setempat,” tegasnya.
Saat ini lanjut Sigit terdapat sekitar 209 mitra penyalur beras SPHP yang tersebar di dalam maupun luar pasar. Selain itu mitra tersebut, menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga ketersediaan beras sekaligus mengendalikan harga pangan di masyarakat.
Menurut dia, setiap mitra memperoleh beras SPHP sesuai kebutuhan dengan jumlah pengambilan berkisar satu hingga dua ton dalam setiap transaksi.
Sigit menegaskan Bulog Sorong juga terus menjaga ketersediaan stok beras dan minyak goreng, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menurut dia, saat ini, stok beras di gudang Bulog Sorong tercatat sekitar 2.600 ton, sedangkan minyak goreng mencapai 444.000 liter.
” Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah seiring pengiriman pasokan dari Jakarta setiap bulan. Stok beras dan minyak goreng jumlahnya saya sudah sebutkan tadi. Itu akan terus bertambah setiap bulan karena pengiriman dari Jakarta terus kami lakukan,” tegasnya.
Bahkan Sigit menjamin ketersediaan kedua komoditas tersebut, mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan atau penimbunan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan.
Terkait harga beras, Sigit mengakui potensi kenaikan harga di pasar tetap ada. Namun, Bulog berupaya menekan kenaikan tersebut melalui intervensi pasar dengan menyediakan beras SPHP yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya juga, penyaluran beras SPHP menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayah Papua Barat Daya.
HET beras SPHP untuk wilayah Papua ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram (atau sekitar Rp67.500 per kemasan 5 kg).(boy)

