14 Hari Kedepan Ditlantas Polda PBD Gelar Operasi Kewilayahan Patuh 2026

14 Hari Kedepan Ditlantas Polda PBD Gelar Operasi Kewilayahan Patuh 2026

SORONG.SorongPos.Com,- Direktorat Lalu Lintas Papua Barat Daya (Ditlantas) melaksanakan operasi kewilayahan patuh Dofior tahun 2026 selama 14 hari kedepan, terhitung tanggal 26 Oktober sampai dengan tanggal 8 November mendatang. Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat Daya (Dirlantas PBD) Kombes Pol Sigit Hari Wibowo, S.I.K,.M.M saat ditemui media, Senin (26/10) diruang kerjanya. Menurutnya pula personil yang dilibatkan dalam operasi patuh sesuai sprint Kapolda PBD sebanyak 35 orang.

Selain itu juga operasi ini bertujuan, meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Ditambahkan Dirlantas Polda PBD pelaksanaan operasi mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, yang didukung penegakan hukum lalu lintas secara elektronik serta pemberian teguran kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran.

” Mengusung tema Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan Operasi Patuh Dofior-2026 diarahkan untuk menekan angka pelanggaran, mengurangi kecelakaan lalu lintas, serta menurunkan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan,” akunya.

Lebih lanjut diuraikannya sasaran operasi meliputi berbagai potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, serta gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Pelaksanaan operasi mencakup wilayah hukum Polda Papua Barat Daya, termasuk wilayah Polres dan Polresta jajaran, dengan penentuan target berdasarkan kondisi serta karakteristik masing-masing wilayah.

” Melalui Operasi Patuh Dofior-2026, Polda PBD mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas, mematuhi rambu dan marka jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” terangnya.

Disamping itu lanjut Dirlantas bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepatuhan dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan tercipta lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan di wilayah Papua Barat Daya.

” Berdasarkan hasil analisi dan evaluasi tingkat kecelakaan lalu lintas di wilayah PBD tahun 2025 lalu, sebanyak 309 kasus. Korban meninggal dunia sebanyak 34 orang,luka berat 234 orang, luka ringan 253 orang dan kerugian material sebesar Rp 598.700.010,” pungkasnya.

Oleh karena itu operasi patuh Dofior 2026 harus menjadi momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *