SORONG.SorongPos.Com,- Bertempat di kampus Universitas Kristen Indonesia Papua (UKIP) Malanu,Sabtu(29/8) digelar pelatihan influcer gatherirng bagi 15 orang Anak Asli Papua (OAP) yang merupakan program Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya
(PBD) kerjasama dengan UKIP Malanu. Kegiatan Influencer gathering dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD Dr.Yusdi Lamatenggo S.Pi. M.Si didampingi Ketua Influencer Papua Barat Daya yang juga merupakan Dekan Fakultas Ekonomi UKIP Dr. Ani Andriani S.Kom.,M.M. Ditandai dengan penyerahan smartphone dan trypot. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD Dr.Yusdi Lamatenggo, S.Pi,M.Si saat ditemui media menjelaskan saat ini, untuk sektor pariwisata lagi didorong masuk kepada sistim digitalisasi kepariwisataan. Menurutnya pengembangsn pariwisata termasuk prormosi dengan menggunakan jasa influencer, dikarenakan saat ini lagi trend didunia.” Jadi wisatawan dunia sekarang ini mereka lebih suka mendapatkan informasi dari Influencer dan sekarang menjadi trend di dunia,” ujarnya.
Selain itu lanjut Yusdi,wisatawan dunia saat ini kurang banyak terlibat dalam iklan tradisional seperti iklan TV, media. Tetapi sekarang wisatawan banyak menggunakan media sosial. ” Nah bicara tentang promosi di medsos adalah salah satunya teman-teman Influencer,” akunya.
Lebih lanjut Yusdi menegaskan ditanah Papua, khusus Papua Barat Daya sudaha memiliki teman-teman Influencer terutama OAP. Menurutnya tahun 2026 adalah pelaksanaan kedua Influencer gathering dan yang pertama dilalksanakan dua tahun yang lalu.” Anak-anak muda dilatih oleh pelatih yang sudah memiliki pengalaman banyak. Kemudian kita berikan bantuan sarana untuk buat konten yang menarik di masing-masing tempat mereka. Ada dari destinasi alam,budaya dan sebagainya,” bebernya.
Oleh karena itu lanjut Yusdi dari kegiatan ini, pihaknya berharap bisa memberikan dampak yang luar biasa.Paling tidak kepercayaan diri dari peserta meningkat dana punya ilmu pengetahuan membuat konten yang baik, sehingga hasil kontennya menarik. Tahun ini 15 anak muda Influencer OAP, pihaknya berharap dapat mempromosikan pariwisata di PBD baik nasional maupun internasional. ” Kita berikan bantuan smartphone untuk membuat destinasi lebih menarik dan ada juga trypot termasuk mike dan sebagainya. Itu cukup buat konten atau buat streaming dari obyek wisata dan menarik orang berkunjung ke destinasi tersebut,” terangnya.
Lebih jauh Yusdi menjelaskan kerjasama dengan UKIP Malanu. Hal ini dikarenakan tenaga pelatihan tidak perlu didatangkan dari luar daerah. Tetapi cukup memakai tenaga UKIP yang sudah siap. ” UKIP sudah bisa menyiapkan tenaga pelatih, instruktur melatih Influencer di tanah Papua khusus di wilayah PBD, kita kerjasama dengan UKIP setiap tahun gunan menghasilkan tenaga Influencer yang menyiapkan karya-karya ciptaan mereka sendiri,” tegasnya.(boy)

