SORONG.SorongPos.Com,— Kasubdit Pid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny S.A Hengkelare melalui press release kepada media, Sabtu(15/8) menjelaskan, bidang humas mengimbau masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan online yang mengatasnamakan perusahaan negara atau BUMN, khususnya dengan menawarkan informasi penerimaan atau rekrutmen pekerjaan secara tidak resmi.
Dijelaskan pula imbauan tersebut, disampaikan menyusul beredarnya informasi rekrutmen yang mencatut nama salah satu perusahaan negara. ” Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun akun atau situs yang tidak dapat dipastikan keasliannya,” akunya.
Dibeberkannyay juga modus tersebut, pelaku biasanya mengatasnamakan perusahaan negara atau BUMN, membuat akun maupun situs palsu, menawarkan kelulusan tanpa melalui proses seleksi resmi, hingga meminta sejumlah uang dan data pribadi calon korban.
Selain itu juga data pribadi yang diminta dapat berupa KTP, Kartu Keluarga, nomor rekening, kode OTP, kata sandi, hingga dokumen lainnya. Data tersebut berpotensi disalahgunakan untuk pencurian identitas, pengambilalihan akun, pengajuan pinjaman ilegal, penipuan dengan mengatasnamakan korban, maupun tindakan melawan hukum lainnya.
Polda Papua Barat Daya mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi perusahaan sebelum mempercayai informasi rekrutmen.
“Jangan memberikan data pribadi maupun melakukan transfer uang kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi. Pastikan setiap informasi penerimaan atau rekrutmen berasal dari situs dan kanal resmi perusahaan,” terangnya.
Bahkan masyarakat juga diminta ,tidak tergiur dengan tawaran kelulusan secara instan atau janji diterima bekerja dengan imbalan sejumlah uang. Proses rekrutmen perusahaan negara yang resmi tidak dilakukan melalui pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwajib dan tidak meneruskan informasi yang belum terverifikasi kepada orang lain.
” Bersama kita cegah penipuan. Jadilah masyarakat yang cerdas, teliti, dan waspada terhadap setiap informasi rekrutmen yang beredar di media online dan media sosial,” akunya.(boy)

