SORONG.SorongPos.Com,- Bertempat di Asrama Hajidi Jalan Ahmad Yani Distrik Sorong, Kota Sorong Papua Barat Daya, Selasa(28/7) digelar acara silahturahmi kamtibmas dan dialog Polda Papua Barat Daya bersama Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Remu Kota Sorong. Kegiatan tersebut dihadiri Dirintelkam Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Angling Guntoro,S.I.K serta Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Remu (APPS) Haji Ahmad Yani dan Dinas Perdangan Kota Sorong. Usia dialog Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Remu Haji Ahmad Yani saat ditemui media menjelaskan, dari pertemuan yang dilakukan. Dimana satu kata kunci yakni keamanan. Apalagi dalam waktu dekat ini, mau relokasi pasar Sentral Remu dipindahkan pasar relokasi depan Ruko Jupiter Km 10. Oleh karena itu keamanan sangat penting, disebabkan mobilisasi barang dan para pedagang mengerjakan tempatnya, termasuk pagar. ” Kita berharap dari Polda dan Polresta bersama-sama membantu dalam hal keamanan,” akunya.
Lebih lanjut dijelaskan Yani pula pada pasar relokasi didepan ruko Jupiter Km 10 adalah sebanyak 2400 tempat yang disediakan. Sedangkan dari pihak APPS berjumlah 1292 pedagang. Menurutnya semua pedagang mendukung program dan pembangunan pasar. ” Mereka pedagang siap pindah ke pasar relokasi. Karena melihat pasar Remu sudah kurang layak. Akhirnya dibangun kembali yang representatif,” akunya.
Ketika disinggung media ini, jika jumlah los yang disediakan 2400. Namun jumlah APPS mencapai 1292 pedagang Tetapi pedagang kaki lima berjumlah 1800 pedagang. Kata Yani, kalau dilihat jumlah 1800 pedagang. Dimana hal ini terlalu banyak penambahan jumlah. ” Nanti coba kita tanyakan, bagaimana teknik dari pemerintah untuk pengaturannya. Nanti bisa dilihat peroleh data darimana sebanyak itu,” terangnya.
Soal pedagang yang memiliki toko dipasar dan pindah ke pasar relokasi. Kemudian mendapatkan 3 tempat jualan, karena di pasar Remu pedagang tersebut memiliki 3 toko. Bahkan dicontohkan Yani, jika satu keluarga. Kemudian tokonya di wariskan kepada 3 anaknya dan sudah berkeluarga untuk melanjutkan usahanya. ” Itu khan sudah dibalik nama oleh orang tuanya, kemudian bagikan 3 toko kepada 3 anaknya. Nah pada pasar relokasi mereka tempat dapat tempat jualan disana. Itu sudah bagian dari jumlah 1292 orang pedagang, sesuai data. Kami data tetap itu saja dan tidak pernah bertambah,” ujarnya.(boy)

