SORONG.Sorong.Pos.Com,- Bupati Kabupaten Raja Ampat Orideko I Burdam,S.IP.,MM.,M.Ec.Dev saat ditemui media di Marina Restoran Sabtu(25/7) disela-sela acara Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua Barat Daya menjelaskan, terkait dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kabupaten Raja Ampat. Dimana bersama senator muda Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan di tanah Papua, membahas program yang akan diajukan ke pemerintah pusat. Oleh karena itu selalu kepala daerah menyampaikan program sesuai dengan visi dan misinya salah satunya adalah pendidikan gratis.” Kami coba mengemas pendidikan gratis mulai dari Paud sampai dengan SMA maupun SMK,” akunya.
Lebih lanjut Orideko menegaskan, tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi pihaknya berpikir setelah anak tersebut lulus sekolah dan akan melanjutkan ke bangku perkuliahan. Hanya saja biaya yang menjadi kendala, karena dilihat latar belakang ekonomi di Raja Ampat, sehingga adanya program afirmasi dari pemerintah pusat, tetapi kuota terbatas. Oleh karena itu pihaknya membuat program afirmasi daerah. ” Ini mencoba mengcouver anak-anak di Raja Ampat yang ingin melanjutkan pendidikannya, dengan demikian kita dapat mengurangi angka pengganguran,” terangnya.
Selain itu kata Orideko biaya afirmasi daerah ditanggung Pemda. Bahkan program afirmasi daerah baru dimulai pada tahun 2025 lalu dan dilanjutkan pada tahun 2026 ini. Diuraikannya juga tahun 2025, dimana pemda Raja Ampat mengirim siswa mengikuti perkuliahan dengan beberapa perguruan tinggi yang sudah melakukan kerjasama. Dicontohkannya tahun 2025 mengirimkan 90 orang mengikuti perkuliahan di Salatiga dan 37 orang ke Jogjakarta dan ada juga di Sorong. Dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 5 Milyar. Akan tetapi para siswa yang akan mengikuti program afirmasi daerah harus terdaftar pada Dinas Pendidikan. ” Kalau sudah terdaftar dapat diperhatikan untuk biaya setiap semester. Yang kami bisa bantu hanya biaya pembangunan dan uang setiap semester. Kebutuhan lainnya di kembalikan kepada orang tua dari para mahasiswa tersebut,” tuturnya.
Lebih jauh Orideko menegaskan untuk tahun 2026 bagi program afirmasi daerah dari Pemda Raja Ampat. Dimana pihaknya mengalokasi anggaran sebesar Rp 18 Milyar. Hal ini disebabkan sampai saat ini siswa yang mendaftar untuk mengikuti perkuliahan mencapai 500 orang lebih. Bahkan untuk program kedokteran. Dimana pemda menginginkan memiliki dokter dari lulusan sekolah dari Raja Ampat. (boy)

