Peringati HUT Bhayangkara Ke-80 Dua Anggota Polri Diberikan Penghargaan 

Peringati HUT Bhayangkara Ke-80 Dua Anggota Polri Diberikan Penghargaan 

SORONG.SorongPos.Com, -Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya, Rabu(1/7) menggelar upacara di Alun-Alun Aimas Kabupaten Sorong, dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara Ke-80. Dengan mengusung Tema ” 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat ” Pelaksanaan upacara dipimpin langsung Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa selaku irup dan diikuti kurang lebih 800 peserta yang terdiri dari personil Polda Papua Barat Dayat,Brimob, Samapta, Reserse, Intelkam, Lalu Lintas, tokoh agama,adat dan tokoh masyakarat. Dalam upacara tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos dan Forkopimda Provinsi Papua Barat Daya. Adapun kedua anggota Polri mendapat penghargaan masing-masing Iptu Semuel Yesnath S.H, selaku Ps. Kasat Samapta Polres Tambrauw dan Iptu Peres Gerson Yowen selaku Kapolsek Moraid Polres Tambrauw. Keduanya diberikan penghargaan, dianggap berprestasi dan berdedikasi memajukan institusi Polri, khususnya berhasil melakukan negosiasi terhadap DPO di kabupaten Tambrauw hingga menyerahkan diri kepada Kepolisian didampingi Komnas HAM.

Sementara itu Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Elisa Kambu saat ditemui media disela-sela pelaksanaan syukuran HUT Bhayangkara ke-80 menjelaskan bahwa, pihaknya tetap berkomitmen, untuk terus memperkuat sinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah Papua Barat Daya. Bahkan kata Elisa pihaknya tetap berkolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian dan merupakan kewajiban demi menjaga stabilitas keamanan sampai pada tingkat kampung.” Kolaborasi dengan kepolisian itu sudah wajib. Polisi hadir sampai di kampung -kampung melalui Polsek dan Bhabinkamtibmas Koordinasi harus terus dilakukan, pemerintah daerah tetap beri dukungan baik moril maupun operasional. Karena polisi tidak bisa jalan sendiri,” terangnya.

Selain itu Elisa Kambu menegaskan dukungan Pemda diwujudkan melalui penyedia lanclahan untuk pembangunan fasilitas kepolisian termasuk Markas Komando Polda Papua Barat Daya. ” Kewajiban kita menyediakan tanah. Itu bagian dan tanggung jawab Pemda, begitu juga para bupati dimasing-masing kabupaten. Selama ini hal tersebut sudah berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu Wakapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Papua Barat Daya, Forkopimda, TNI,instansi vertikal, tokoh adat, agama,masyarakat dan seluruh warga masyarakat atas dukungan yang diberikan selama ini, dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif. Selain itu juga Semmy mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipasi, menghadapi dinamika keamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan seperti Maybrat dan Tambrauw. Bahkan kata Semmy penambahan personil, hanya akan dilakukan apabila terjadi peningkatan eskalasi situasi keamanan. ” Penambahan pasukan merupakan salah satu cara bertindak,apabila eskalasi meningkat. Tapi selama perdebatan persuasif,deteksi dan peringatan dini.Masih mampu kendalikan situasi, maka belum perlu dilakukan penambahan personil,” bebernya.

Lebih lanjut Semmy mengatakan, bahwa Polri akan terus mengedepankan langkah preventif melalui kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan, tentunya memperkuat sinergi dengan pemda, aparat kampung,tokoh masyarakat dan TNI.” Kami tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *