SORONG.Sorongpos.Com,- Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo S.Pi, M.Si saat ditemui ini,Kamis (21/5) di Hotel Rilich Panorama menjelaskan, terkait kunjungan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana ke Kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat belum lama ini. Dimana terdapat beberapa agenda adalah mengecek implementasi Peraturan Presiden (Perpres)
RI Nomor 87 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional di Kabupaten Raja Ampat. Hal ini dikarenakan Raja Ampat sudah masuk dalam destinasi wisata nasional, maka memiliki Perpres,sehingga memperjelas peran dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten membantu Raja Ampat menjadi destinasi internasional. ” Nah Perpres baru disahkan pada bulan Agustus Tahun 2024, kemudian implementasinya pada tahun 2025 dana 2026. Jadi ibu Menteri mau mengecek sejauh mana pelaksanaan Perpres ini. Dengan meminta masukan, saran guna mempercepat implementasi Perpres tersebut,” akunya.
Lebih lanjut Yusdi menguraikan bahwa Menteri juga sudah berkunjung ke kabupaten Raja Ampat. Kemudian Bupati Kabupaten Raja Ampat telah menyampaikan beberapa hal tentang pengembangan kabupaten Raja Ampat termasuk kendala dan permasalahan yngn dihadapi termasuk peluang apa saja yang akan didapatkan kedepan. Kata Yusdi pula mudah-mudahan dengan input terbaru dari Gubernur Provinsi Papua Barat Daya dan Bupati Kabupaten Raja Ampat. Dimana Menteri Pariwisata akan melakukan penyesuaian terhadap implementasi Perpres Nomor 87 Tahun 2024. ” Itu harapannya, nah ibu Menteri juga meninjau lokasi pembangunan Marina Wisata di Kota Sorong yang berlokasi di eks perusahaan Usaha Mina. Memang ada beberapa tempat atau lokasi lain nanti akan dilihat. Tapi salah satu tempat yang bagus, satu-satunya yang bagus adalah pada lahan eks Usaha Mina,” ujarnya.
Selain itu kata Yusdi, pembangunan lokasi Marina Wisata akan didorong Menteri Pariwisata akan mendorong pembiayaaan pembangunannya dari pemerintah pusat. Diakui Yusdi pembangunan Marina Wisata adalah merupakan pekerjaan besar. Dengan demikian butuh kolaborasi dan kerjasama. Disebabkan Menteri akan memperjuangkan anggaran pada pemerintah pusat, akan tetapi dari Pemprov PBD membantu penyiapan fasilitasi lahan. ” Nah ini butuh kolaborasi antara Pemprov dan BUMN. Karena lahan ini masih milik BUMN.Sayang sekali kalau lahan bagus ini, tidak dapat dimaksimalkan. Mudah- mudahan kalau jadi lokasi Marina Wisata, ini tentu berdampak bagi pengembangan wisata di PBD dan juga sebagai tempat untuk pusat tempat pertumbuhan wisata di Kota Sorong akan terwujud,” bebernya
Selain itu juga kedatangan Menteri ke Sorong, untuk melihat wisata berkualitas. Dikarenakan Raja Ampat termasuk salah satu daerah yang didorong menjadi salah satu tempat penerapan wisata berkualitas dan berkelanjutan. Dikarenakan Raja Ampat memiliki pantai yang indah dan memiliki terumbu karang dan banyak kapal wisata. Namun yang jadi permasalahan adalah jangkar kapal akan merusak terumbu karang. Dengan demikian Menteri mendukung program Raja Ampat Morin Sistim. “‘ Program ini merupakan inisisasi daerah, ada SK Gubernur untuk membentuk tim penerapan implementasi Morin di Raja Ampat,” akunya.
Ditambahkannya pula Morin yang dibutuhkan di Raja Ampat kurang lebih 170 target dana saat ini yang baru terpasang sebanyak 10 target. Untuk tahun 2026 dari Kementrian Kelautan akan membangun 10 unit morin target. Sisanya 136 unit Morin,Menteri Pariwisata akan mendukung pembangunan Morin. Kemudian hal ini sudah disampaikan Gubernur PBD maupun Bupati Raja Ampat sebagai wujud penerimaan pariwisata serta kelestarian terumbu karang Raja Ampat sebagai destinasi nasional. ” Ini luar biasa, Menteri bantu bangun 136 unit Morin di Raja Ampat,” pungkasnya.(boy)

