SORONG.Sorongpos.Com,-Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo S.I.P, M.S.I saat ditemui media ini, Kamis(21/5) menjelaskan, dalam rangka mengembangkan potensi pariwisata di Provinsi Papua Barat Daya (PBD).Dimana pihaknya ikut dalam pameran Marine Actions Expo (MAX) 2026 yang digelar di Balai Kartini Jakarta Selatan belum lama ini. Dikatakannya juga latar belakang serta maksud dan tujuan keikutsertaan. Dikarenakan event MAX merupakan salah satu pameran bahari dan pariwisata terbesar, yang menjadi wadah pertemuan para pelaku industri pariwisata, investor dan masyarakat umum.” Kita ikut serta pada event ini, karena sangat strategis untuk mempertahankan brand awareness pariwisata daerah dan membuka peluang inventasi serta kemitraan baru,” urainya.
Menurutnya keikutsertaan, karena potensi pariwisata bahari di Provinsi PBD memiliki potensi jelas dunia, dengan kabupaten Raja Ampat sebagai ikon utama yang diakui global Unesco Global Geopark And Biosphere Reserves. Sedangkan dari brand awareness, dimana pihaknya menjaga eksistensi serta meningkatkan citra pariwisata PBD dalam pameran berskala nasional dan internasional untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Disamping itu juga membuka peluang investasi dengan pelaku industri pariwisata dan inventor pada ajang MAX 2026 dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan ” Nah apa itu pariwisata berkelanjutan, yakni komitmen daerah untuk memprosikan pariwisata yang selaras dengan pelestarian alam dan ekowisata di Provinsi PBD,” akunya.
Lebih lanjut Yusdi menguraikan tingginya minat event MAX 2026 yang dinilai sukses pada debutnya, karena dikunjungi hampir 100 ribu pengunjung serta menampikkan lebih dari 120 sampai 144 booth dari komunitas pelaku industri,UMKM dan perwakilan daerah. Adapun maksud dan tujuan mengikut li ivent MAX 2026, tentuya memperkenalkan dan mempromosikan potensi pariwisata bahari, keunikkan budaya, serta alam Papua Barat Daya kepada segmentasi minat khusus berwisata marine. Disamping mendorong pergerakan dan tingkatkan volume kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) maupun mancanegara(wisman) berwisata ke Provinsi PBD. ” Kami juga membantu pelaku industri lokal dalam hal ini biro perjalanan home stay bertemu langsung dengan pembeli potensial. Sekaligus melakukan kampanye wisata berkelanjutan serta mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut melalui konsep sustainable tourism yang diterapkan di PBD,” tegasnya.
Lebih jauh Yusdi mengatakan dalam ivent MAX 2026. Dimana pihaknya melibatkan pelaku industri pariwisata di Provinsi PBD yakni Badan Pengelola Raja Ampat Unesco Global Geopark, Badan Pengelola Raja Ampat Biosphere Reserves, Dayan Dive Homestay Raja Ampat,Meridien Adventure Dive Resort,Hamieco Raja Ampat Dive Resort dan Seamore Papua Liveboard. Menurutnya juga pihaknya memberikan kesempatan kepada pengunjung, untuk mengenal pariwisata PBD dengan memakai versi halaman digital dan kampanye tanpa kertas mendorong peralihan dari kertas fisik ke proses digital dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mendukung keberlanjutan lingkungan. “‘Kita juga bantu perkenalkan produk ekonomi kreatif UMKM di PBD kepada pengunjung dan sekaligus penjualan paket wisata bahari eksklusif oleh pelaku industri lokal, dengan promo khusus selama ivent. Kita juga bagikan souvenir khas mulai dari stiker, gelang,Tumbler, kipas dan bukun profil pariwisata PBD bagi pengunjung yang berpartisipasi aktif,” urainya.
Bahkan kata Yusdi, selama pelaksanaan event pameran MAX 2026, booth PBD berhasil menjual 98 paket wisata bahari dengan estimasi perputaran nilai transaksi mencapai Rp 1,2 Milyar. Selain itu juga mendapatkan potensial 4 memorandum of understanding (MoU), dengan agen perjalan nasional atau internasional untuk pengiriman grup wisata pada kuartal III dan IV serta mitra pengembangan pariwisata berkelanjutan yang sejalan dengan program WISE Trips Papua Barat Daya(boy)

