SORONG.SorongPos.Com,- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat Daya memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi jenis biosolar, guna mencegah penimbunan dan penyimpangan distribusi di SPBU.
Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Iwan Manurung S.I.K melalui
Kasubdit Tipiter Kompol Erwin Togar Haasian Situmorang. S.H,S.I.K,M.H mengatakan pengawasan diperkuat usai pihaknya menggelar rapat bersama tiga SPBU penyalur biosolar di Kota Sorong.
Sejak akhir pekan lalu, aparat kepolisian telah melakukan patroli dan langkah pencegahan secara intensif.
“Sejak Sabtu dan Minggu kami sudah melakukan patroli dan pencegahan agar tidak terjadi penimbunan BBM,” ujarnya saat dikonfirmasi media Kamis (29/1)
Ia menegaskan, ke depan pengisian biosolar wajib menggunakan barcode yang datanya sesuai dengan kendaraan yang mengisi.
Mulai dari pelat nomor, jenis kendaraan, hingga foto kendaraan harus cocok dengan data pada sistem barcode.
“Plat nomor harus sesuai, jenis mobilnya harus sesuai dengan yang terdaftar di barcode. Ini untuk meminimalkan penyimpangan, sehingga tidak ada kendaraan yang bisa bolak-balik mengisi dengan barcode berbeda,” tegasnya.
Menurutnya, imbauan melalui spanduk di SPBU tidak akan efektif tanpa dibarengi kesadaran masyarakat.
Karena itu, peran pengguna BBM bersubsidi dinilai sangat penting dalam menjaga ketertiban distribusi.
“Spanduk itu hanya mengimbau. Kesadaran kamtibmas harus datang dari masyarakat sendiri,” katanya.
Menindaklanjuti permintaan DPR agar penegakan hukum terhadap BBM ilegal diperketat, Kasubdit Tipiter Kompol Erwin Togar Haasian Situmorang, memastikan Ditreskrimsus Polda Papua Barat Daya terus melakukan penyelidikan.
Jika ditemukan penimbunan atau distribusi biosolar tanpa izin resmi, tindakan tegas akan dilakukan.
“Kalau memang ada penyimpangan atau penimbunan, apalagi tanpa perizinan yang sah, pasti kami tindak tegas,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini pengisian biosolar masih didominasi kendaraanoperasional seperti truk dan mobil pick up.
Meski demikian, patroli dan pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan, dengan personel Samapta berjaga di SPBU serta Reskrim melakukan pengawasan secara mobile. (boy)

