Konservasi Penyu Hingga Praktik Pengolahan Tambang Nikel di Pulau GAG

Konservasi Penyu Hingga Praktik Pengolahan Tambang Nikel di Pulau GAG

SORONG.SorongPos.Com,-Usai melakukan Rapat Koordinasi Eksternal di Hotel ACC Aimas Kabupaten Sorong. Kembali PT.GAG Nikel mengajak puluhan insan pers dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat(LSM) mendatangi lokasi tambang di Pulau Gag Kabupaten Raja Ampat pada hari Jumat (23/1). Kedatangan insan pers dan LSM tersebut ke lokasi pertambangan, bertujuan memberikan pengetahuan dan gambaran secara langsung proses pertambangan nikel.

Selain itu juga memperlihatkan komitmen PT GAG Nikel terhadap pengelolaan dampak lingkungan sebagai bagian dari proses tambang. Menariknya dalam kunjungan tersebut, insan pers dan LSM diajak melihat secara langsung, rangkaian aktivitas operasional tambang mulai dari produksi hingga upaya reklamasi dan revegetasi pada areal bekas tambang.

Bahkan dua areal bekas tambang yang telah direklamasi diperlihatkan secara langsung dan dibuka sesi tanya jawab, untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada media dan LSM. Bahkan Cooporate Secretary,Legal & External Manajer PT GAG Nikel Mustajir yang didampingi Manajer PT GAG Sorong menunjukan dua lokasi reklamasi yang telah dilakukan dan hasilnya sudah diterima dan dikembalikan kepada pemerintah.

Ironisnya salah satu daerah Reklamasi dinamakan dengan nama Gubernur Papua Barat Drs.Dominggus Mandacan. Karena saat melakukan kegiatan tersebut, didatangi dan disaksikan secara langsung oleh Gubernur Papua Barat saat itu belum ada Provinsi Papua Barat Daya. Usai memberikan penjelasan rombongan media dan LSM di ajak ke lokasi pertambangan nikel ketiga, yang telah selesai dilakukan kegiatan penambangan. Kemudian akan dilakukan reklamasi dan revegetasi, dimana rombongan puluhan media dan perwakilan LSM diajak untuk melakukan penanaman bibit pohon dan beberapa jenis tanaman.

Usia melakukan aktivitas tersebut, Mustajir secara langsung mengatakan jika reklamasi ini selesai dilakukan sampai penilaian teknis dan dapat diterima. Kemudian pihaknya akan mengembalikan lokasi yang telah direklamasi kepada pemerintah dan lokasi ketiga tersebut, akan memakai nama lokasi wartawan Papua Barat Daya.

Disamping itu juga rombongan juga diajak melihat sistim pengelolaan limbah cair yang dinilai berkelanjutan dan telah mengantarkan PT GAG Nikel meraih penghargaan dibidang lingkungan dan salah satunya Subroto Award pada tahun 2024. Bahkan rombongan usia melakukan penanaman bibit pohon, para insan pers dan perwakilan LSM dilibatkan dalam kegiatan pelepasan ratusan penyu Tuturuga Beach. Karena kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragam hayati di wilayah operasional PT GAG Nikel.

Usai melakukan kunjungan Cooporate Secretary,Legal& External Manager PT GAG Nikel Mustajir menjelaskan,capaian produksi pada tahun 2025 hanya mencapai sekitar 1,8 juta ton, akibat dari penghentian sementara oleh pemerintah yang pada awalnya ditargetkan mencapai 3 juta ton. Disamping itu pula Mustajir mengatakan, berdasarkan acuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya(RKAB) tahun 2026. Dimana pihaknya menargetkan produksi 4 juta ton.

” Pengajuan ini berdasarkan perhitungan teknis yang akurat dan kami harap dapat persetujuan pemerintah,” akunya.

Ditambahkannya juga salah satu jasa kontraktor yang telah menyelesaikan masa kontrak dan telah digantikan melalui proses lelang terbuka. Untuk mendukung target produksi kedepan, perusahaan juga melakukan pengembangan organisasi baik peningkatan kualitas maupun potensi kuantitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pihaknya berharap tidak ada kendala dalam operasional di tahun 2026 seperti yang dialami pada tahun 2025 lalu baik terkait pencabutan ijin maupun penolakkan masyarakat. Bahkan pihaknya menegaskan akan terbuka untuk dikunjungi oleh semua elemen yang berwewenang.” Ini dilakukan, jika ada saran dan masukan dan perlu diperbaiki. Karena hal-hal baik akan terus kami tingkatkan,” imbuhnya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *