KOTA SORONG, SORONGPOS.COM — Pemberian insentif transportasi kepada 806 kader Posyandu dari 111 Posyandu diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan pendampingan kesehatan dasar oleh kader di lapangan, yang disampaikan seusai kegiatan penyerahan bantuan di Gedung Lambert Jitmau, Senin (15/12/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menjelaskan insentif tersebut merupakan dukungan mobilitas agar kader dapat menjalankan tugas pendampingan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, serta pelayanan kesehatan dasar lainnya secara optimal.
“Insentif ini kami berikan sebagai dukungan transportasi agar kader dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan secara berkelanjutan,” ujar Jemima.
Ditambahkan, pemberian insentif pada tahun 2025 juga menjadi bentuk perhatian dan penghargaan Pemerintah Kota Sorong terhadap dedikasi dan kerja keras kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan kinerja kader pada tahun 2026, khususnya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Kota Sorong.
Selain insentif, Dinas Kesehatan Kota Sorong turut menyalurkan bantuan alat antropometri melalui puskesmas untuk digunakan di Posyandu sesuai wilayah kerja masing-masing. Alat tersebut digunakan dalam setiap kegiatan Posyandu untuk mengukur pertumbuhan bayi dan balita, meliputi pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala.
Jemima menyebutkan, alat antropometri disalurkan melalui sepuluh puskesmas di Kota Sorong agar pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara lebih akurat, merata, dan berkelanjutan.
Dinas Kesehatan Kota Sorong berharap pemberian insentif transportasi bagi kader Posyandu dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat di Kota Sorong. (brm)

