SORONG.SorongPos.Com,- Anggota DPR-RI daerah pemilihan Papua Barat Daya Robert Joppy Kardinal saat menghubungi media via ponsel,Senin (22/9) menegaskan, kaitan permasalahan dua perusahaan Groundhanling yang sama-sama mengklaim memiliki kontrak dengan PT Lion Air yakni PT Lintas Megantara dan PT Tri Perkasa Dirgantara. Dimana anggota DPR RI dari partai Golkar meminta kepada Kepala Bandara Domini Eduard Osok (DEO) agar bertindak netral dalam mengambil keputusan. Menurutnya selaku orang yang baru menjabat sebagai Kabandara di Sorong, harus tahu dan bijak dalam mengambil keputusan. Kemudian harus memberdayakan pekerja lokal dari Sorong dan bukan mendatangkan pekerja dari luar Sorong. ” Kenapa harus bawa orang dari luar. Yang dipertanyakan urusan groundhanling didatangkan dari luar Sorong. Ini yang kami sesalkan. Ada kepentingan apa,selama ini bandara di Sorong aman-aman saja,sampai terjadi keributan di samping pesawat Lion Air. Ini kan memalukan pemerintah daerah juga,” tegasnya.
Bahkan dengan tegas RJK sapaan akrabnya mengatakan Kabandara sebagai orang yang baru di Sorong. Harusnya banyak berdiskusi dengan Walikota Sorong atau Gubernur Papua Barat Daya, selaku tuan rumah. ” Kabandara ini baru datang saja, selaku tamu. Harusnya cari dulu orang yang punya tempat dong,” tegasnya.

Selain itu RJK menekankan bahwa perlu Kabandara DEO harus mengetahui bahwa kawasan bandara itu dibebaskan lahan pakai uang Pemda Kota Sorong. ” Itu bayar pembebasan lahan puluhan milyar. Setelah itu Pemda Kota Sorong serahkan ke Kementrian Perhubungan,cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Itu tujuan untuk memberdayakan orang lokal. Jadi harus menghargai tuan rumah bukan malah buat gontok-gontokan,” akunya.
Bahkan RJK mengatakan, jika ada masalah yang terjadi, maka dipastikan juga Kabandara minta tolong sama Walikota dan Gubernur Papua Barat Daya. ” Coba kalau ada yang palang bandara. Itu khan Kabandara tidak bisa kerja sendiri, pasti minta tolong juga ke pak Walikota atau Gubernur,” tuturnya.
Soal informasi dari manajemen Lion Air yang membawa tenaga dari Makassar untuk bekerja sebagai groundhanling, dalam artian adil sehingga kedua perusahaan tersebut tidak bekerja melayani groudhanling. Menurut RJK, pihaknya sudah mendapatkan laporan bahwa tenaga yang didatangkan Lion Air dari luar yakni Makassar. Tetapi juga tidak bisa bekerja,disebabkan PT Lintas Megantara tetap bekerja seperti biasa. Bahkan dengan tegas RJK menyoroti kebijakan dari Lion Air yang justru dapat memancing terjadi kekisruhan kembali di apron bandara DEO. ” Pakai orang-orang lokal, kita tidak tahu mau perusahaan mana. Nah Lion Air ini, perusahaan besar harus bersifat bijaksana juga. Jangan menambah masalah lagi,” imbuhnya.(boy)

