SORONG.SorongPos.Com,-Bertempat di Gedung GOR Unimuda Sorong, Rabu(27/8). Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Papua Barat Daya (PBD)Adolof Kambuaya didampingi Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) PBD Darsono dan undangan lainnya membuka kejuaraan open tournamen pencak silat, ditandai dengan pemukulan gong.
itu Ketua Panitia Pelaksana Open Tournamen Pencak Silat PBD Andre Wahyudi saat ditemui media menjelaskan, peserta yang mengikuti kejuaraan ini adalah 250 orang dari 30 kontingen. Kemudian peserta berasal dari Provinsi Papua Barat Daya, Papua Barat,Papua Tengah dan Papua. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari. Selain itu lanjut Andre dalam kejuraaan ini,dimana memakai sistim penilaian digital.
” Ini pertama kali di tanah Papua, open tournamen pencak silat memakai penilaian digital,” akunya.
Disamping itu jelas yang dipertandingkan dari kelas A sampai dengan G putra dan putri. Kemudian seni tinggal putra dan putri, remaja dan dewasa. ” Atlit harus semangat bertanding. Kita juga ada kerjasama dengan BPJS. Bertanding junjung sportivitas, semangat dan junjung tinggi persaudaraan dalam kejuaraan,” tuturnya.

Sementara itu Ketua IPSI PBD Adolof Kambuaya mengatakan, kejuaraan ini merupakan pertama kali di Papua Barat Daya. Menurutnya peserta tidak hanya dari PBD, tetapi dari Papua Barat,Tengah dan Papua untuk datang ikuti kejuaraan kali ini. Dikatakannya pula tujuan dari open tournamen ini adalah merupakan ajang silahturahmi, pererat persaudaraan, kebersamaan di tanah Papua.
Selain itu juga untuk mendorong anak-anak muda di PBD, guna meningkatkan prestasi olahraga di bidang pencak silat. ” Ini juga meningkatkan seni beladiri. Pencak silat adalah satu cabang olahraga prestasi yang juga diperhitungkan di tingkat nasional. Hal ini terbukti pada PON 2024 di Aceh dan Sumut, kami dari pencak silat menyumbangkan satu medali perunggu bagi PBD sebagai provinsi termuda di Indonesia,” urainya.
Lebih lanjut Adolof menegaskan pelaksanaan open tournamen, sekaligus mempersiapkan atlit-atlit di PBD menuju PON Tahun 2028 mendatang di NTT dan NTB. Kejuaraan ini juga kata Adolof dalam rangka mencari bibit-bibit yang atlit. ” Atlit yang terbaik akan kami ambil dan persiapkan mengikuti PON mendatang. Kejuaraan ini juga sangat diminati anak-anak muda di PBD,” pungkasnya.

Lebih jauh Adolof mengatakan bahwa pencak silat adalah merupakan salah satu olahraga budaya bangsa. Perlu ditingkatkan dan diwariskan kepada generasi penerus yang akan datang.
” Kejuaraan ini sangat penting, supaya kita perkenalkan olahraga pencak silat kepada semua masyarakat. Karena banyak melihat bahwa olahraga dengan sebelah mata. Sesuai kondisi sekarang ini banyak kejahatan mulai jambret, begal. Jadi anak-anak sudah harus dipersiapkan ilmu beladiri, sehingga menjadi bekal buat mereka,” paparnya. (boy)

