IMI Papua Barat Daya Gelar Raker Pertama

IMI Papua Barat Daya Gelar Raker Pertama

SORONG.SorongPos.Com,- Sejak dilantik dan dikukuhkan Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Papua Barat Daya (PBD). Dimana untuk pertama kali IMI PBD melakukan rapat kerja. Pelaksanaan rapat kerja (Raker) dilakukan Sabtu,(23/8) bertempat di lantai dua Hotel M Sorong. Adapun pelaksanaan rapat kerja tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum IMI Provinsi PBD Ernes Yauwalata dan didampingi oleh Sekertaris IMI PBD Tina Aura dan jajaran pengurus. Dalam pelaksanaan raker tersebut, turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi PBD (Kadisporaparekraf) Yusdi Lamatenggo.

Sementara itu Kadisporaparekraf menjelaskan kepada jajaran pengurus IMI PBD. Dimana raker yang dilakukan bisa menjadi salah satu wadah sebagai semangat kerja dalam pengembangan organisasi kedepan. Menurutnya bahwa Pemprov PBD sangat bangga, karena IMI PBD termasuk salah satu cabang olahraga yang menjadi penyumbang medali emas bagi Provinsi PBD dalam keikutsertaannya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk pertama kali saat pelaksanaan PON Sumatera Utara dan Aceh. ” Kita bangga ya, saat PON beberapa waktu lalu. Meraih 2 medali emas dan salah satu dari cabang olahraga (cabor) IMI. Walaupun persiapan terbatas, sebagai provinsi baru dan termuda. Tapi kita masih bisa meraih prestasi dengan memperoleh medali emas dan salah satu dari IMI,” tegasnya.


Oleh karena itu kata Yusdi pihaknya berharap pada PON ke 22 di NTT dan NTB Tahun 2028 mendatang. Dimana IMI bisa mempertahankan medali yang diperoleh atau paling tidak mengembangkan dan memberikan pundi-pundi emas. Dikarenakan dengan persiapan minim pada PON Aceh dan Sumut masih bisa mendapatkan 1 emas. ” Saya yakin dengan persiapan 3 tahun kedepan. Mungkin dapat peroleh hasil lebih baik dari tahun kemarin,” akunya.

Ditambahkannya saat ini kebijakan keuangan negara, santai berbeda. Dimana saat ini fiskal sangat terbatas, sehingga semua kegiatan pembangunan pada semua aspek agak menurun dan juga berimbas kepada olahraga. Bahkan saat ini pengembangan olahraga memiliki keterbatasan sesuai UU Nomor 11 Tahun 2022 yang mengatur tentang pendanaan olahraga. Kemudian keputusan Kemenpora Nomor 15 Tahun 2024 mengenai pembiayaan olahraga berprestasi. Oleh karena itu sangat penting dibahas secara bersama, jika merujuk pada aturan UU dan keputusan Kemenpora. Dimana sangat jelas pendanaan atau pembiayaan olahraga mengacu kepada 4 sumber, dimulai dari sumber bantuan pemerintah, sumber dari iuran anggota, sumbangan dari usaha-usaha dari cabor dan terakhir adalah sumbangan yang sah.

Diakui Kadisporaparekraf untuk sumbangan olahraga dari pemerintah saat ini sangat dibatasi. ” Makanya saat ini pemerintah lebih fokus penyiapan sarana dan prasarana olahraga. Itu menjadi domain dalam UU. Sementara domain lain mengenai pembinaan dan pelaksanaan ivent dari berbagai cabor, diharapkan peran serta seluruh masyarakat, baik stockholder maupun dunia usaha yang punya kepedulian pengembangan olahraga,” tegasnya.

Sebagai contoh kata Yusdi di pusat. Misalnya PSSI, dimana Ketua Umum ditangani bapak Eric Thohir. Dikarenakan beliau memiliki kemampuan dan memiliki inovasi untuk mencari pendanaan bagi olahraga sepakbola dan sumbangan pemerintah sangatlah minim. Oleh karena itu pihaknya berharap IMI PBD kedepan akan jua menjadi seperti itu. Disebabkan pendanaan cabor sangat berbeda. Dengan demikian melalui raker yang dilakukan adalah mendata organisasi. Kemudian ditata dan diperkuat kelembagaan IMI baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota. ” Rencana yang bagus dan tepat sasaran, bisa menghimpun semua anggota dan berdampak pada laju organisasi yang semakin baik kedepan. Disini pemimpin dibutunan punya inovasi dan kreatifitas,” tukasnya.

Dijelaskan pula yang paling penting disampaikan adalah pembinaan prestasi. Dikarenakan pembinaan prestasi tidak lepas dari mengikuti berbagai ivent. Dengan demikian butuh dukungan, jika hanya punya prestasi tapi tidak mengikuti berbagai ivent. ” Kita tidak bisa mengujur sejauh mana atlit punya kemampuan. Untuk ivent disini dibutuhkan kolaborasi IMI dan semua stockholder yang ada. Karena pemerintah sumbangan sangat terbatas,” tegasnya.

Diharapkan jajaran pengurus IMI bekerjasama dengan stockholder untuk menggelar berbagai ivent di daerah maupun diluar yang akan diikuti. Menurutnya dengan kegiatan Raker,IMI PBD diharapkan dapat membantu Polda PBD dan Pemprov PBD terutama dalam program tertib berkendaraan pengguna lalu lintas.” Karena ini mitra strategis pemerintah membuat suasana aman dalam berkendaraan di jalan raya. Jadi peran IMI dibutuhkan tidak hanya cetak prestasi tapi berperan dan unsur sosial membuat suasana aman saat pengguna lalu lintas berkendaraan di jalan raya,” imbuhnya.

Ditegaskan Yusdi pula melalui raker yang dilakukan IMI PBD sudah harus menentukan siapa mitra utamanya dalam pengembangan olahraga ini kedepan. Dicontohkan jika untuk cabor bola Volly di pusat. Dimana mitra utamanya adalah Bank BNI. ” Karena olahraga IMI. Yah boleh dikatakan olahraga mahal. Minimal yang ikut olahraga ini pasti punya motor 1 dan mobil 1. Jadi orang di IMI punya kemampuan, kapasitas yang bisa di dorong menjadi mintra utama pengembangan IMI di masa akan datang di PBD,” terangnya.

Lebih lanjut Yusdi menegaskan tugas pemerintah adalah menyiapkan sarana dan prasarana. Dimana ada program utama dan punya ide membangun satu pusat olahraga IMI di PBD. Oleh karena itu pihaknya mengharapkan bantuan dari IMI PBD, menyampaikan saran dan pendapat . Dimana lokasi yang tepat dan bagaimana caranya ini akan di dorong ke Gubernur PBD dan DPRD Provinsi PBD. Untuk menjadi atensi kedepan, disebabkan satu cabang olahraga jika tidak memiliki sarana dan prasarana dipastikan tidak akan berkembang.

“Semua cabor butuh sarana dan prasarana. Kalau hanya punya atlit tapi sarana dan prasarana tidak ada. Olahraga tidak akan berkembang. Oleh karena itu di Papua kita harus punya satu sarana dan prasarana. Untuk Sorong sangat tepat, karena banyak lahir banyak bintang olahraga. Kedepan harus sesuai standar nasional maupun internasional,” pungkasnya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *