WAISAI.SorongPos.Com,-Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo bersama Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Raja Ampat Ruben Waisai melakukan kunjungan ke kantor Geopark Kabupaten Raja Ampat, Kamis(7/8). Kunjungan tersebut sangatlah penting, hal ini dikarenakan kantor Geopark di Raja Ampat merupakan satu-satunya di tanah Papua.
Usai melakukan kunjungan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Raja Ampat Ruben Sauyai saat ditemui media menjelaskan, setelah melakukan kunjungan dan diberikan penjelasan oleh petugas di Geopark Raja Ampat. Dimana akhirnya selaku wakil rakyat dapat memahami dan melihat gambaran jelas mengenai Raja Ampat mulai dari fenomena jaman dahulu sampai dengan sekarang.
Bahkan masukan yang didapat merupakan ilmu pengetahuan yang baru, mengenai kekayaan alam Raja Ampat harus dijaga, dirawat dan dilestarikan. Kedepan kata Ruben pihaknya dari Komisi III DPRD Raja Ampat akan bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat harus bersinergi dengan petugas di kantor Geopark untuk menjaga aset tersebut.
” Karena aset ini setelah kita masuk ke dalam kantor seperti suasana jaman dulu. Tapi ini kantor dengan standar internasional dan menjadi tempat edukasi bagi orang yang tinggal di Raja Ampat maupun yang dari luar Raja Ampat,” akunya.
Lebih lanjut Ruben menjelaskan,setelaj melakukan kunjungan dan melihat kantor dengan standar internasional. Namun halaman kantor terancam longsor dan dapat merusakkan kantor. Oleh karena itu pihaknya akan mengajukan ke Pemkab Raja Ampat melalui Dinas Pariwisata agar membangun tanggul pengaman kantor baik depan maupun belakang. ” Saya akan berjuang kedepan agar dapat dibangun tanggul di kantor Geopark. Ini untuk renovasi kantor bagian luar saja. Untuk menyelematkan aset kantor di dalam yang terbilang canggih dan standar internasional,” ujarnya.
Lebih jauh Ruben mengatakan kedepan pihaknya akan memperjuangkan. Dimana kunjungan wisatawan ke Raja Ampat, setelah tiba di pelabunan Falaya Waisai. Akan diarahkan ke Geopark untuk mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai Raja Ampat.
Menurutnya tugas selaku wakil rakyat bersama dinas teknis, jika ada kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing. Jalur kunjungan setelah tiba di Falaya Waisai akan diarahkan ke Geopark, sebelum para wisatawan melakukan kunjungan ke lokasi wisata yang akan dituju.
” Alur wisata akan dirubah, jadi dari pelabuhan ke Geopark dulu. Tinggal teman-teman dari industri pariwisata mengatur jalurnya. Kemudian pihaknya akan berupaya bersama dinas teknis untuk ada satu peraturan yang mengatur dalam hal ini peraturan daerah, sehingga tidak boleh ada yang melanggar. Kemudian Geopark akan dimasukan dalam APBD Kabupaten Raja Ampat,” pungkasnya. (Boy)

