SORONG.SorongPos.Com,-Bertempat di Hotel Rilych Panorama menjadi tuan rumah bagi kegiatan penting yang berfokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja di sektor perhotelan dan restoran. Kegiatan ini adalah pelatihan sertifikasi kompetensi yang ditujukan khusus bagi orang asli Papua. Rabu (23/7).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, Anggota DPR Papua Barat Daya, Menajemen Hotel pusat, perwakilan hotel di kota sorong.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau menyatakan, “Pengembangan SDM di sektor pariwisata adalah kunci untuk meningkatkan ekonomi daerah. Dengan pelatihan ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan skill mereka dan membawa dampak positif bagi industri pariwisata di Papua.”
Ia menekankan pentingnya pelatihan kompetensi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di industri pariwisata yang semakin berkembang.
Ketua Panitia, Yance Kambu, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal. “Kami ingin memastikan bahwa tenaga kerja di sektor perhotelan memiliki keterampilan yang memadai untuk bersaing dengan tenaga kerja dari daerah lain,” ungkap Yance.
Selain itu Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Yusdi Lamatenggo, juga hadir dalam acara tersebut. Ia menambahkan, “Kami ingin generasi muda Papua siap menghadapi tantangan di industri pariwisata yang semakin kompleks. Keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini akan sangat berguna bagi mereka di dunia kerja.”
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Papua. Mereka mendapatkan pelatihan intensif selama beberapa hari, dilengkapi dengan materi yang relevan dengan kebutuhan industri perhotelan dan restoran. Hal ini diharapkan dapat menyiapkan mereka untuk memberikan layanan yang terbaik bagi tamu.
Dalam sesi pelatihan, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga akan melakukan praktik. Dengan pengalaman ini, mereka diharapkan dapat lebih percaya diri saat berinteraksi dengan tamu dan memberikan pelayanan yang berkualitas.

Yance Kambu pun merasa optimis bahwa pelatihan ini akan memberikan dampak positif. “Kami berharap peserta bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan karier mereka dan mendorong pertumbuhan industri pariwisata di daerah,” kata Yance.
Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta untuk meningkatkan kualitas pariwisata. “Kolaborasi ini sangat penting agar tujuan kita untuk menjadikan Papua sebagai destinasi pariwisata unggulan bisa tercapai,” tambahnya.
Sertifikat kompetensi akan diberikan kepada setiap peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan. Ini merupakan pengakuan resmi atas kemampuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh. “Pelatihan ini sama dengan rekan-rekan media, kalau mau diakui harus melalui uji kompetensi,” jelas Yusdi Lamatenggo.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 adalah Undang-Undang tentang Kepariwisataan yang mengatur berbagai aspek terkait kegiatan pariwisata di Indonesia. UU ini bertujuan untuk mengembangkan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan nasional yang sistematis, terencana, terpadu, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.
“Setiap tenaga kerja di pariwisataan, itu wajib mengikuti ujian kompetensi, ” tegas Yusdi
Acara ni tidak hanya berfungsi sebagai pelatihan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi peserta untuk membangun jaringan dengan sesama profesional di bidang pariwisata. Interaksi ini dapat membuka peluang kerjasama dan peningkatan karir di masa depan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga lebih banyak tenaga kerja di Papua yang mendapatkan pelatihan serupa,” ungkap Yusdi. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program pelatihan dalam mendukung perkembangan industri pariwisata.
Di Papua Barat Daya, jumlah tenaga kerja pariwisata dan restoran berjumlah sekitar kurang lebih 2 ribu orang, namun yang telah mengikuti uji kompetensi baru 10% dan kami akan berupaya agar dapat memaksimalkan lagi,” tutup Kadispora Parekraf Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo.
Usai pembukaan dengan mengetuk tifa secara bersamaan, Wakil Gubernur berseta Kadispora Parekraf Papua Barat Daya, melakukan penyataman tanda peserta kepada dua orang peserta sebagai tanda dimulainya pelatihan sertifikasi tenaga kerja hotel dan restoran orang asli Papua.
Pelatihan sertifikasi kompetensi ini menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Papua. Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata dan ekonomi daerah. (boy)

