Pulau Sain dan Pulau Sayang Milik Suku Kawei

Pulau Sain dan Pulau Sayang Milik Suku Kawei

SORONG.SorongPos.Com,-Bupati Kabupaten Raja Ampat Orideko Iriano Burdam saat ditemui media,Jumat (4/7) di Aston Hotel saaf kunjungan Ketua Komisi II DPR RI menegaskan terkait, permasalah an pulau Sain dan Pulau Sayang yang kini masuk dalam kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara. Dimana pihaknya sangat menyayangkan, oleh karena itu pihaknya mengharapkan agar bersama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya agar membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Halhamera Tengah, agar kedua pulau tersebut di kembalikan ke wilayah Papua Barat Daya khususnya kabupaten Raja Ampat.

” Kenapa karena itu sebenarnya pulau milik kita dan dekat dengan pulau Wayah. Saya pernah juga tinggal di pulau itu, dulu. Kita mencari hasil Ikan dan penyu kita kesitu. Kalau ini di kuasai dari Maluku Utara. Ini kami sangat sayangkan, karena aset kami yang sangat menjanjikan untuk menopang sektor pariwisata termasuk pulau Wayah itu sendiri,” akunya.

Lebih lanjut Bupati menegaskan kedua pulau tersebut masuk dalam wilayah Distrik Waigeo Barat Daratan. Menurutnya terkait keinginan masyarakat di pulau Sain dan Sayang, dirinya selaku kepala daerah sudah berkunjung. Kemudian masyarakat menyampaikan bahwa keinginan mereka tergantung kepada putusan pemerintah.

” Kalau masuk ke Raja Ampat, mereka siap. Karena mereka tahu punya pulau ini adalah Raja Ampat. Masyarakat di kedua pulau itu hanya numpang saja disitu, masyarakat disitu dari Maluku Utara. Dampak dari kejadian kerusuhan Maluku, mereka cari aman. Kemudian berkebun dan bercocok tanam, kemudian menetap disitu. Setelah pemekaran, seakan-akan Maluku Utara punya. Padahal bukan,” tegasnya.

Ditegaskan Bupati juga bahwa pemilik hak ulayat pada kedua pulau tersebut adalah suku Kawei. Kemudian di kedua pulau tersebut berdiam kurang lebih 30 kepala keluarga. ” Jadi begitu. Pulau ini milik Raja Ampat,” imbuhnya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *