Fani Mailoa Teteskan Air Mata, Belum Berikan Yang Terbaik Bagi PBD

Fani Mailoa

BANDA ACEH.SorongPos,- Zisilia Gloria Stepanie Mailoa biasa dipanggil Fani tak mampu membendung rasa sedihnya. Setelah dirinya kalah dalam pertandingan melawan atlet judo Provinsi Papua, Silvania di Gelanggang Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Rabu. (12/9). Dengan tubuh yang masih basah keringat, Fani menjelaskan dalam pertandingan yang berlangsung 2 menit 13 detik. Dimana dirinya telah memberikan yang terbaik bagi Provinsi Papua Barat Daya.

“Saya merasa sedih, saya sudah berusaha yang terbaik. Terima kasih kepada Tuhan Yesus, kepada pelatih yang selalu memberikan support, saya tidak bisa membalas semua kebaikan dari pelatih dan teman-teman dalam tim yang selalu mendukung, ya ini hasilnya saya sudah berupaya,” ujar Fani dengan meneteskan air mata.

Seperti diketahui Fani pernah meraih medali perak pada PON XX di Papua 2021 lalum Diakuinya di usia yang tak muda lagi –diatas 30 tahun lebih. Dirinya memberikan motivasi kepada atlet-atlet muda di ujung timur, kepala burung Papua untuk tetap semangat latihan agar bisa sampai di ivent nasional maupun internasional.

Fani yang sehari-hari ASN pada Dinas Pendidikan dan Olaharaga Provinsi Papua Barat mengaku PON XXI ini merupakan yang kelima kalinya yang diikutinya. Memiliki
pengalaman tanding, sebagai atlet Judo yakni pada PON XVII di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur tahun 2008, kemudian PON XVIII di Pekanbaru, Riau tahun 2012, PON XIX di Bandung, Jawa Barat tahun 2016, PON XX di Jayapura, Papua tahun 2021 dan PON XXI di Aceh-Medan tahun 2024.

Sampai pada PON XX di Jayapura, Papua tahun 2021 lalu, Fani berhasil meraih juara 2 dengan membawa pulang medali perak.

“ Kita harus membangggakan tanah kita, kita harus berbuat yang terbaik untuk tanah kita. Saya merasa sedih, terbeban juga dengan hasil yang saya berikan. Inilah hasil saya, pelatih juga sudah berupaya, tapi saya rasa terbeban dengan yang sudah membantu saya sampai di tempat ini,”ujar Fani masih dalam rasa sedih yang mendalam lantaran belum berhasil mempersembahkan medali di PON XXI Aceh-Sumut bagi Provinsi Papua Barat Daya.

Seperti dikatakan oleh Jonadap Wattimena selaku pelatih, faktor usia yang tidak muda lagi, PON XXI Aceh-Sumut ini merupakan PON terakhir yang diikuti Fani Mailoa. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *