SORONG.SorongPos.Com,- Polda Papua Barat Daya menggelar sidang kelulusan akhir penerimaan calon Bintara dan Tamtama Polri tahun anggaran 2026 tingkat Panda Papua Barat Daya (PBD) pada Jumat(3/7) pukul 14.00 WIT di Mapolda PBD. Sidang dipimpin langsung oleh Wakapolda Brigjen Pol PBD Semmy Ronny Thabaa, S.E.
Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Irwasda Polda PBD selaku Ketua Tim Pengawasan dan Pengendalian,Karo SDM Polda PBD selaku pelaksana, Ketua Pokja Perempuan MRP PBD Dorce Kambu, pada pengawas internal,ketua tim serta seluruh peserta seleksi calon bintara dan tamtama.
Sementara itu Karo SDM Polda PBD Kombes Pol I Dewa Gede Juliana,S.I.K.,M.H saat ditemui media ini,Jumat(3/7) menjelaskan bahwa, dari 51 orang yang lolos seleksi dengan rincian 49 orang bintara dan 2 orang tamtama. Selain itu juga dari 49 orang bintara, sudah termasuk 7 orang polwan. Dibeberkannya juga untuk Akpol, dimana 3 orang sudah dinyatakan lolos yakni 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. ” Nah hasil akhir bintara dan tamtama sampai hasil akhiri sebanyak 51 orang,” ujarnya.
Dijelaskannya pula 51 orang yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan yakni di Provinsi Papua. Sedangkan tamtama akan mengikuti pendidikan di Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan yang Intel akan mengikuti pendidikan pada pusdik intel,sesuai dengan pendaftaran. ” Penyidik dan lainnya tetap di Papua. Setelah itu baru pendidikan pengembangannya berikutnya, setelah menjadi polisi,” akunya.
Lebih lanjut Karo SDM mengatakan bintara dan tamtama tersebut, akan ikut pendidikan kurang lebih 5 bulan. Setelah itu penempatan dan kembali sesuai dengan pendaftarannya. Harapannya lanjutnya setelah mengikuti pendidikan, kembali bertugas di Polda Papua Barat Daya,khusus Intelijen. Disebabkan adanya kebutuhan personil intelijen di Mabes Polri atau pusat pihaknya belum mengetahui secara pasti. Diakuinya bahwa personil di wilayah Polda Papua Barat Daya masih kurang Oleh karena itu menjelang akhir pendidikan akan menyampaikan kendala yang saat ini dialami pada wilayah Polda Papua Barat yakni personil. ” Sehingga kalau bisa semuanya setelah pendidikan, kembali semua ke Polda Papua Barat Daya,” urainya.(boy)

